Kesadisan dan Kejanggalan Pembunuhan Bocah Bilqis Sragen Masih Menghantui Warga, Rumah Dikosongkan
muslimah July 13, 2026 02:11 PM

Kesadisan dan Kejanggalan Pembunuhan Bocah Bilqis Sragen Masih Menghantui Warga, Sejumlah Rumah Dikosongkan

 

TRIBUNJATENG.COM - Sebulan berlalu setelah kejadian kasus pembunuhan bocah 11 tahun di sragen, Jawa Tengah, ilqis Rajiansyah.

Siswi SD itu ditemukan bersimbah darah masih mengenakan seragam pramuka pada Jumat (5/6/2026).

Terungkap jika Bilqis dibunuh seorang pria bernama bernama Suparman alias Bledus (53).

Bledus merupakan teman ayah sambung Bilqis.

Motif pembunuhan karena pelaku ingin menguasai harta milik korban, yakni sebuah sepeda motor.

PEMBUNUHAN BILQIS - Tampang Suparman pelaku pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan yang ditemukan tewas di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Pelaku adalah warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.
PEMBUNUHAN BILQIS - Tampang Suparman pelaku pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan yang ditemukan tewas di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Pelaku adalah warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. (TRIBUN JATENG/POLRES SRAGEN)

Baca juga: Bocah Bilqis di Sragen Ternyata Korban Ketiga Suparman, Ditemukan Tak Bernyawa Berseragam Pramuka

Suparman akhirnya ditangkap pada Selasa (9/6/2026).

Lokasi pembunuhan berada di rumah korban di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen yang berjarak sekitar 30 kilometer ke pusat kota Sragen.

Mayoritas warga Desa Dawung berprofesi sebagai petani serta pedagang.

Korban dibunuh sepulang sekolah saat kedua orang tuanya bekerja.

Setelah sebulan berlalu, warga masih merasakan dampak dari aksi pembunuhan sadis tersebut.

Warga masih ketakutan, bahkan sejumlah rumah dikosongkan karena trauma.

Pihak desa dan Polsek akhirnya menggelar ronda malam untuk meningkatkan keamanan.

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, menjelaskan jasad pertama kali ditemukan oleh ibu korban pada sore hari.

Ia kemudian bergegas menuju rumah korban setelah warga melapor.

"Nah tak lihat juga itu sudah kaku Pak, sudah biru-biru artinya sudah lama lah waktu itu," paparnya, dikutip dari YouTube TribunSolo.com program Saksi Kata pada Senin (13/7/2026).

Aris yang sejak lahir tinggal di Desa Dawung menyatakan kasus pembunuhan Bilqis merupakan satu-satunya kasus yang pernah terjadi.

Menurutnya, motif pelaku janggal terlebih pembunuhan dilakukan secara sadis.

"Pangapunten misalkan ambil sepeda yang nilainya tidak begitu besar itu kan juga anggapan kami juga agak agak janggal lah bagi kami nggih kalau cuma itu terus sampai bunuhnya itu. Lah anak itu misalkan dicekik atau diapa sudah saya yakin sudah anu kok, masih kecil banget 11 tahun itu," tandasnya.

Setelah status tersangka diumumkan, ayah sambung korban bernama Sukadi sempat menghilang selama 3 minggu hingga akhirnya diamankan di daerah Sambungmacan, Sragen.

Pihak keluarga korban menolak ayah sambung tersebut kembali ke rumah mereka karena faktor emosi, trauma, serta catatan perilakunya di masyarakat.

Rumah tersebut baru ditempati keluarga korban selama 3–4 bulan dengan sistem angsuran atau kredit.

Akibat trauma psikologis yang mendalam, ibu korban menyatakan tidak akan menempati rumah itu lagi.

Kepala Desa berharap kasus ini segera tuntas secara terang benderang dan pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya demi meredakan ketakutan warga.

"Minta doanya mudah-mudahan ini segera terang-benderang kasus selesai," pungkasnya. (Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.