Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aksi pencurian sepeda motor terjadi di Surabaya.
Dua orang pria misterius terekam CCTV berkomplot mencuri motor pengunjung di parkiran kafe Jalan Pakuwon Indah Unesa, Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya pukul 13.50 WIB, pada Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan video CCTV berdurasi 30 detik yang diterima TribunJatim.com, kedua pelaku tampak berboncengan mengendarai motor sarana aksi jenis matik.
Kemudian, satu orang tampak bertindak sebagai joki motor sarana aksi. Sedangkan satu orang eksekutor tampak berdiri di dekat motor yang menjadi sasarannya. Sebelum kemudian berusaha menjebol lubang kunci kontak dan membawa kabur motor.
Motor yang dicuri itu, adalah Honda Beat warna silver bernopol L-6844-QT, milik salah satu pengunjung di kafe tersebut berinisial KD (16) masih berstatus pelajar SMA.
Korban KD (16) mengaku baru menyadari motor hilang saat hendak memindahkannya ke area parkir khusus.
Ia sebelumnya sudah tiba di kafe tersebut dan sengaja memarkirkan motor di area lain parkiran kafe.
Baca juga: Maling Sempat Berdiri Sambil Komat-kamit Sebelum Gondol Tas Berisi Rp700 Ribu
Lalu, dirinya diminta pegawai kafe memindahkan motor ke area parkir khusus. Saat dirinya keluar ia melihat dua orang pemotor pergi dari lokasi.
Semula ia tak menyadari jika salah satu motor yang dikendarai pria tersebut adalah motornya, saat berjalan ke area parkir dan motornya sudah tidak ada. Korban KD baru sadar motornya dicuri.
"Jadi awalnya saya itu lagi kumpul sama teman saya, nah gak lama kemudian motor saya itu disuruh pindah tempat parkir agar ada penjagaan yg lebih aman, sekitar jam 13.50-an, nah tepat saya keluar itu ada 2 motor langsung tancap gas, dan saya ngeliat cuman saya belum sadar klau motor saya hilang," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Senin (13/7/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV yang ada, Korban KD menerangkan, sebelumnya sudah ada tiga orang misterius mendatangi area parkir tersebut untuk mencuri motor.
Ternyata, mereka gagal, dan kembali pergi dari lokasi. Tapi, tak lama kemudian, dua orang pelaku lainnya datang dan kembali mencuri salah satu motor yang ada diparkiran tersebut.
"Di cctv awalnya 3 orang dateng, sepertinya lihat situasi lalu berusaha membobol 2 motor, sebelum bobol itu sempat pergi lalu kembali lagi 2 orang, 1 gagal dibobol, yang ke-2 berhasil terbobol dan saat saya dan temen saya turun, orgnya pergi di depan mata," katanya.
Namun, ungkap Korban KD, beberapa orang pegawai kafe sempat melihat salah satu pelaku memang sempat mendatangi kafe dan berlagak bertanya-tanya perihal alat mesin kasir yang dipakai kafe.
Para pegawai menduga kuat orang iseng tersebut merupakan salah satu komplotan pelaku karena memakai jaket yang sama seperti pelaku pencurian motor dalam video CCTV.
"Sebelum dicuri itu ada orang yang tanya-tanya kayak aplikasi kasir kata orang-orang saksi disana, bisa saja orang ini salah satu dari kumpulannya, karna katanya jaketnya sama," jelasnya.
Akibat insiden pencurian tersebut, Korban KD mengaku mengalami kerugian sekitar Rp23 juta. Apalagi motor tersebut dibeli secara kontan sejak beberapa waktu lalu.
Namun, ia sudah melaporkan kejadian kriminalitas yang dialaminya ke markas Kepolisian setempat.
Dan, ia juga berharap besar agar para pelaku dapat segera ditangkap. Terlebih, motor miliknya yang terlanjur dicuri bisa dikembalikan lagi.
"Rp23 juta, biasa dipakai untuk kerja. Sudah, Polsek Lakarsantri," pungkasnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri Ipda Aris Nuryanto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus pencurian motor seperti yang dilaporkan oleh pihak korban.
"Benar ada kejadian itu. Kemarin kami ke TKP untuk melakukan pengecekan," ujar Aris, saat dihubungi awak media.
Sekadar diketahui, Satreskrim Polrestabes Surabaya melansir data jumlah kasus pencurian motor (curanmor) sepanjang tahun 2025, dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025, pada Rabu (31/12/2025).
Jumlah kasusnya, tercatat sekitar 600 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat. Sedangkan, jumlah tersangka yang berhasil ditangkap sejumlah 472 orang.
Polrestabes Surabaya senantiasa terus berkomitmen menindaklanjuti dan menyelidiki setiap laporan yang dunia oleh masyarakat. Terutama kasus curanmor.
Bahkan, Polrestabes Surabaya juga memastikan motor hasil curian para pelaku yang berhasil ditemukan dalam sebuah penyelidikan kasusnya, bakal diserahkan secara gratis kepada para korban.
Nah guna melancarkan program pelayanan pengembalian motor hasil curanmor, Polrestabes Surabaya menggelar bazar pengembalian 1.050 unit motor hasil pengungkapan kasus curanmor.
Agenda 'Bazar Ranmor' tersebut telah berlangsung selama dua sesi di Mapolrestabes Surabaya. Sesi pertama, pada Tanggal 21 hingga 23 Januari 2026, setelah itu dilanjutkan sesi kedua pada Tanggal 26 hingga 30 Januari 2026.
Bazar tersebut menjadi ruang untuk memfasilitasi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraannya agar dapat mengambil kembali tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Masyarakat cukup datang ke Mapolrestabes Surabaya dengan membawa bukti kepemilikan resmi, seperti BPKB, STNK, atau dokumen tilang, masyarakat bisa memeriksa dan mengambil motor secara langsung
Selama berlangsungnya bazar tersebut, sudah ada puluhan unit motor hasil pengungkapan kasus pencurian yang telah diserahkan kepada pemiliknya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com