IFI DIY Ajak Lansia Cegah Stroke Lewat Deteksi Dini dan Skrining Keseimbangan
Hari Susmayanti July 13, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Menjaga kesehatan di usia lanjut tidak cukup hanya dengan mengobati penyakit yang sudah muncul.

Deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko menjadi langkah penting agar lansia tetap sehat, aktif, dan mandiri menjalani kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut diwujudkan Pengurus Daerah Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui bakti sosial bertajuk “Pemeriksaan Dini Risiko Stroke dan Keseimbangan sebagai Upaya Meningkatkan Kemandirian Lansia” di Balai Plajan, Saptosari, Baron, Gunungkidul, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun IFI itu memfokuskan pelayanan pada skrining risiko stroke, pemeriksaan keseimbangan tubuh, edukasi pencegahan sindrom metabolik, hingga layanan fisioterapi bagi masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya lansia, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebelum muncul komplikasi penyakit.

Ketua Pengurus Daerah IFI DIY, Sumargiyono SST.Ft., SH, mengatakan bakti sosial tersebut merupakan bentuk pengabdian profesi fisioterapi kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya promotif dan preventif dalam bidang kesehatan.

“Kami ingin masyarakat, khususnya lansia, semakin memahami pentingnya pemeriksaan sejak dini. Dengan mengetahui faktor risiko lebih awal, penanganan maupun perubahan gaya hidup dapat dilakukan sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius,” ujarnya.

Baca juga: Sekolah Integritas IX UAJY Ajak Siswa SD Berani Bersuara, Berani Bermimpi

Dalam kegiatan tersebut, para peserta menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengecekan tanda-tanda vital seperti tekanan darah dan denyut nadi, skrining keseimbangan menggunakan Tes Fukuda dan Stand Reach Test, hingga pemeriksaan faktor risiko stroke. Peserta yang membutuhkan juga mendapatkan layanan fisioterapi sesuai kondisi masing-masing.

Selain pelayanan kesehatan, IFI DIY menghadirkan edukasi mengenai pencegahan sindrom metabolik yang disampaikan Dr. Siti Khotimah SST, M.Fis.

Materi tersebut menekankan pentingnya mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi, kadar gula darah tinggi, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik yang dapat meningkatkan risiko stroke maupun penyakit kardiovaskular.

Menurut Sumargiyono, kemampuan menjaga keseimbangan tubuh juga menjadi aspek penting yang kerap terabaikan pada kelompok lanjut usia.

Penurunan fungsi keseimbangan dapat meningkatkan risiko jatuh, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya kemandirian lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Melalui hasil skrining, setiap peserta memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatannya sekaligus rekomendasi tindak lanjut apabila ditemukan faktor risiko tertentu sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan IFI DIY terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) serta transformasi layanan kesehatan yang kini lebih mengedepankan pencegahan dibanding pengobatan.

“Dengan pendekatan promotif dan preventif, kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan bukan hanya mengobati ketika sakit, tetapi dimulai dari mengenali risiko dan melakukan pemeriksaan secara berkala,” kata Sumargiyono.

Melalui kegiatan tersebut, IFI DIY berharap layanan fisioterapi semakin dekat dengan masyarakat, khususnya di wilayah Gunungkidul.

Di saat yang sama, organisasi profesi tersebut ingin mendorong para lansia agar tetap sehat, aktif, dan mandiri sehingga kualitas hidup mereka dapat terus terjaga di usia lanjut. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.