Karhutla Masih Menyala di 4 Lokasi di Rohil, Tim Darat dan Helikopter Dikerahkan ke Lokasi
Ariestia July 13, 2026 02:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Riau. Hingga Senin (13/7/2026), proses pemadaman masih berlangsung di empat lokasi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Koordinator Wilayah Manggala Agni Riau, Edwin Putra, mengatakan tim darat masih berjibaku memadamkan api di Kepenghuluan Teluk Nilap dan Kepenghuluan Bukit Selamat.

Sementara pemadaman dari udara dilakukan Satgas Karhutla Riau di Panipahan Laut dan Teluk Piyai.

“Untuk saat ini masih ada beberapa lokasi yang dalam proses pemadaman. Tim Manggala Agni melakukan pemadaman di Teluk Nilap dan Bukit Selamat. Sedangkan pemadaman udara dilakukan di Panipahan Laut dan Teluk Piyai,” kata Edwin, Senin (13/7/2026).

Menurut Edwin, personel di lapangan terus berupaya melokalisasi api. Pemadaman dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.

“Tim masih bekerja di lapangan. Pemadaman terus dilakukan dan kondisi di setiap lokasi terus kami pantau,” ujarnya.

Kondisi cuaca Riau yang mulai kering turut meningkatkan risiko karhutla. Potensi hujan juga semakin berkurang seiring meluasnya musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat lahan, terutama kawasan gambut, lebih mudah terbakar. Api juga berpotensi menyebar cepat jika disertai angin.

Edwin mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

“Kondisi cuaca sudah mulai kering. Kami mengimbau masyarakat benar-benar waspada dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan kebakaran lahan. Penanganan sejak dini dinilai penting agar api tidak meluas dan menyulitkan proses pemadaman.

“Kalau menemukan titik api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar. Pencegahan dan penanganan karhutla membutuhkan peran semua pihak,” kata Edwin.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, mengungkapkan cuaca panas mulai yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau dalam beberapa hari terakhir ini harus diwaspadai.

Sebab kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya Karhutla, meski hingga kini belum ada laporan munculnya titik kebakaran baru.

Pemprov Riau mengimbau semua pihak agar tidak lengah. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca yang semakin kering dapat mempercepat penyebaran api apabila kebakaran terjadi.

Sebagai informasi saat ini Riau masih berstatus siaga darurat karhutla di Riau masih berlaku hingga 30 November 2026.

Selama masa siaga, pemerintah bersama Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus memperkuat langkah-langkah pencegahan di daerah yang rawan kebakaran.

"Upaya yang sudah dilakukan untuk menanggulangi karhutla, kita sudah laksanakan sosialisasi dan himbauan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan," kata Edy.

Menurutnya, meski kondisi karhutla saat ini masih terkendali, kewaspadaan tidak boleh dikendurkan. Potensi kebakaran dapat meningkat sewaktu-waktu apabila cuaca panas berlangsung lebih lama dan masyarakat tidak disiplin menjaga lingkungan.

BPBD bersama Satgas Karhutla terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Cara tersebut masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Selain sosialisasi, patroli rutin juga terus dilakukan di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

Edy menegaskan, upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif dibandingkan pemadaman ketika api sudah membesar. Karena itu, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga wilayahnya masing-masing dari ancaman karhutla.

Ia juga mengajak masyarakat segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan. Respons cepat dinilai sangat penting agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Menurut Edy, seluruh personel dan peralatan penanggulangan karhutla di Riau juga telah disiagakan. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan agar proses penanganan dapat berlangsung cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

"Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau. Dengan sinergi pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, ancaman karhutla diharapkan dapat dicegah sehingga kualitas udara tetap terjaga dan aktivitas masyarakat tidak terganggu," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.