TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Mobil Toyota Innova rusak parah setelah menabrak truk tronton Hino di Jalan Tol Semarang-Solo, tepatnya di Km 452+800 Jalur A, wilayah Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026).
Kecelakaan ini membuat sopir Innova mengalami luka berat dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta mengatakan, saat kecelakaan, Toyota Innova bernomor polisi B 1178 KJ itu dikemudikan MO (43), warga Mlati Kidul Kudus.
Sementara, truk tronton Hino beromor polisi B 9022 UEN dikemudikan oleh RA (48), warga Sukaraya Indah Bekasi.
Baca juga: Tawuran Maut di Salatiga, Seorang Tewas Disiram Air Keras
Henry mengatakan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi, Toyota Innova yang dikemudikan MO melaju dari arah Bawen menuju Salatiga.
Di depannya, melaju searah, truk tronton Hino yang dikemudikan TA.
"Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi Toyota Innova diduga berupaya mendahului kendaraan truk dari sisi kanan."
"Namun, karena jarak yang terlalu dekat dan ruang untuk mendahului tidak cukup, bagian depan toyota innova membentur bagian belakang truk tronton hino sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas," terang AKP Henry.
Akibat benturan tersebut, pengemudi Toyota Innova mengalami luka pada bagian kepala dan wajah, serta memar pada dada.
Korban dalam kondisi tidak sadar dan segera dievakuasi ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo Kota Salatiga untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: Warga Tlompakan Semarang Sambat Jalan Rusak Imbas Galian C untuk Exit Tol Salatiga, Minta Perbaikan
Personel Satlantas Polres Salatiga telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, melakukan penandaan lokasi kecelakaan, mengatur arus lalu lintas agar tetap aman dan lancar, serta mengecek kondisi korban di rumah sakit.
Henry pun mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara yang melintas di jalan tol, agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Mereka juga diminta memastikan ruang yang cukup sebelum melakukan manuver mendahului, serta tetap berkonsentrasi selama berkendara.
"Mendahului kendaraan harus dilakukan dengan penuh perhitungan."
"Pastikan jarak pandang aman, ruang mencukupi, dan jangan memaksakan manuver yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," tegas AKP Henry. (*)