Berawal Masalah Cinta, Siswa SMPN 1 Lubuklinggau Viral Aniaya Teman Sekolah, Kini Berakhir Damai
Shinta Dwi Anggraini July 13, 2026 02:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Kasus kekerasan antarsiswa SMPN 1 Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang viral kini berakhir damai.

Kedua siswa yang terlibat bersama orang tua masing-masing sepakat untuk berdamai setelah menjalani proses mediasi.

Proses tersebut digelar di SMPN 1 Lubuklinggau dengan menghadirkan perwakilan dari Dinas Pendidikan, UPT PPPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), wali murid dari kedua siswa.

Pihak sekolah menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan kesalahan anak-anak yang terjadi di luar prediksi, namun sudah diselesaikan dengan damai.

“Kami mohon maaf atas kesalahan anak-anak kami. Kasus ini sebenarnya biasa, namun karena viral di media sosial jadi terlihat besar. Alhamdulillah, anak-anak sudah berdamai dan membuat perjanjian tertulis di sekolah,” ujar Waka Kesiswaan, Farida, kepada wartawan, Senin (13/7/2026). 

Sebagai bentuk komitmen, kedua siswa menandatangani perjanjian damai yang disaksikan oleh pihak kepolisian, dinas pendidikan, PPPA, serta orang tua masing-masing. Sekolah Dasar dan Menengah (K-12)

Selain itu, pihak sekolah juga memberikan sanksi pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

Pihak sekolah juga menekankan pentingnya peran media dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Baca juga: Video Perundungan Pelajar SMP di Lubuklinggau Viral, Korban Diduga Dikeroyok hingga Kepala Diinjak

PERUNDUNGAN - Aksi perundungan sesama pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) viral di media sosial.
PERUNDUNGAN - Aksi perundungan sesama pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) viral di media sosial. (Dokumen/Captur Video)

Viral

Peristiwa perkelahian ini diketahui melibatkan antara sesama pelajar siswa SMPN 1 Kota Lubuklinggau.

Pelajar yang melakukan perundungan diketahui berinisial AKS pelajar kelas 9, warga Kelurahan Jawa Kanan SS dengan R adik kelasnya.

Peristiwa perkelahian ini terjadi pada hari Kamis, (19/6/2026) pukul 13.00 WIB di lorong sebelah SDN 22 di luar jam sekolah, ketika kedua pelajar tersebut sudah pulang dan baru viral sekarang.

Cerita bermula bermula dari AKS saling ejek-ejekan dengan R di luar sekolah tetapi masalah itu sudah selesai, namun, ternyata R masih menaruh dendam terhadap AKS.

Ketika AKS sedang mengumpulkan tugas, R bersama teman-temannya datang dan mengajak berkelahi, namun AKS menolak ajakan tersebut dengan alasan masih mau bersekolah.

Ketika AKS sedang menunggu jemputan ia langsung diajak ke belakang oleh R untuk berkelahi, AKS sempat mencoba berlari tetapi ia masih saja dikejar dan langsung ditendang dari belakang hingga tersungkur.

Pada saat itu, AKS sempat berlari lagi menuju ke belakang rumah kediaman orang tua Wali Kota Lubuklinggau, namun teman-teman R malah mengejarnya.

Melihat AKS kabur, R dan teman-temannya bolak-balik mencarinya untuk mengajaknya berkelahi, lalu ia tertangkap dan langsung dikelilingi oleh teman-teman R dan dipukuli hingga kepala AKS diinjak.

Kasat Intelkam Polres Lubuklinggau, Iptu Giartono, menyampaikan sudah menindaklanjuti kejadian tersebut dan menyampaikan bila pemicu terjadinya peristiwa perkelahian ini diakibatkan masalah asmara.

"Diduga pemicu perkelahian ini akibat hubungan asmara antara kedua pelaku dengan salah satu siswi," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Rencananya pihak sekolah akan melakukan pemanggilan terhadap kedua belah pihak dan akan dihadirkan oleh wali muridnya masing-masing.

"Pihak sekolah akan melakukan mediasi pada hari Sabtu tanggal 11 Juli 2026 pukul 10.00 Wib di ruang kantor SMPN 01 Lubuklinggau dengan siswa yang terlibat dan didampingi oleh orang tuanya masing-masing," ungkapnya.

 

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.