Sebanyak 17.009 Siswa SMA dan SMK di Jombang Mulai MPLS Ramah
Cak Sur July 13, 2026 02:32 PM

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Sebanyak 17.009 peserta didik baru jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026).

Seluruh sekolah di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jombang, diinstruksikan untuk menerapkan konsep MPLS Ramah yang bebas dari segala bentuk perpeloncoan.

Langkah ini diambil guna menjamin lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa baru sejak hari pertama masuk sekolah.

Kegiatan masa orientasi ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari kerja, terhitung mulai hari Senin hingga Jumat mendatang.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Jombang, Ulil Muamar, menjelaskan bahwa konsep MPLS Ramah ini mengacu langsung pada petunjuk teknis dari pemerintah. Nilai-nilai budi pekerti menjadi fokus utama yang ditanamkan kepada para peserta didik.

"Anak-anak harus merasa nyaman berada di sekolah. Tidak boleh ada bullying maupun perpeloncoan. Nilai-nilai seperti salam, sopan, santun, dan saling menghormati menjadi bagian penting yang ditanamkan selama MPLS," ujar Ulil saat dikonfirmasi di eDotel SMK Negeri 1 Jombang, Senin (13/7/2026).

Untuk memastikan kepatuhan di lapangan, Cabdindik Wilayah Jombang bersama pengawas sekolah diterjunkan langsung guna melakukan pemantauan dan evaluasi rutin di berbagai satuan pendidikan.

Langkah Preventif Anti-Bullying di SMKN 1 Jombang

Senada dengan kebijakan Cabdindik, Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, menyatakan komitmennya untuk menghapus paradigma lama orientasi sekolah yang keras.

Menurutnya, masa transisi harus menjadi pengalaman yang menyenangkan agar memicu kesan positif siswa terhadap sekolah.

"Tujuan MPLS adalah agar anak-anak mengenal lingkungan sekolah dengan rasa senang dan bahagia. Dengan begitu mereka memiliki persepsi yang baik terhadap sekolah sejak awal," ungkap Abdul Muntolib.

Sebagai langkah inovatif sekaligus bentuk komitmen anti-perundungan, SMKN 1 Jombang juga menggandeng Kejaksaan Negeri setempat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pemberian penyuluhan hukum kepada para siswa mengenai bahaya dan dampak hukum dari tindakan perundungan (bullying) sejak dini.

Peran aktif juga ditunjukkan oleh pengurus OSIS SMKN 1 Jombang. Alih-alih bertindak otoriter, para pengurus OSIS difungsikan sebagai pendamping atau mentor yang membimbing adik kelas mereka mengenal berbagai fasilitas sekolah.

Data Penerimaan Siswa Baru SMKN 1 Jombang

Pada Tahun Ajaran 2026/2027 ini, SMKN 1 Jombang sukses menyerap ratusan siswa baru yang terdistribusi ke beberapa kompetensi keahlian unggulan. Berikut rinciannya:

  • Total Kuota Diterima: 612 siswa baru.
  • Jurusan Terfavorit: Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Akuntansi.
  • Program Keahlian Lainnya: Perbankan, Manajemen Perkantoran, dan Perhotelan.
  • Demografi Gender: Didominasi oleh siswa perempuan, dengan jumlah siswa laki-laki tercatat sebanyak 75 orang.

Melalui pendekatan edukatif dan humanis ini, pelaksanaan MPLS Ramah di Kabupaten Jombang diharapkan menjadi standar baru dalam menyambut generasi muda tanpa bayang-bayang kekerasan fisik maupun psikologis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.