Kepala Perwakilan BKKBN Babel Pantau Program GAMAS di SMAN 1 Tanjungpandan
Ardhina Trisila Sakti July 13, 2026 02:38 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai melaksanakan kunjungan kerja di Pulau Belitung dengan memantau pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) di SMAN 1 Tanjungpandan, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Adi Zuhriadi, Kepala DPPKBPMD Kabupaten Belitung Pari, Kepala SMAN 1 Tanjungpandan Yanti Mala, serta para orang tua dan siswa.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa mengatakan, pemantauan dilakukan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah yang secara nasional dilaksanakan pada 13 Juli.

"Secara nasional rata-rata anak masuk sekolah tanggal 13 Juli. Di program BKKBN ada Gerakan Ayah Teladan Indonesia atau GATI. Salah satu dari lima program turunannya adalah GAMAS, Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah," ujar Fazar.

Ia menjelaskan, GAMAS merupakan salah satu dari lima program turunan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Kemudian, selama ini pola pengasuhan anak dinilai masih didominasi oleh peran ibu, sehingga keterlibatan ayah perlu terus diperkuat agar tercipta keseimbangan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

"Kenapa harus ayah? Karena harus ada keseimbangan antara pengasuhan oleh ibu dan ayah. Selama ini pengasuhan terlalu timpang. Peran ayah dan ibu masih sangat jauh tidak berimbang. Makanya program ini untuk meningkatkan kepedulian ayah terhadap pengasuhan anak," katanya.

Fazar menuturkan, kepedulian seorang ayah tidak hanya diwujudkan dengan mengantar anak ke sekolah, tetapi juga memahami perkembangan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari anak.

Ia bahkan mencontohkan masih ada ayah yang belum mengetahui kelas anaknya sehingga harus terlebih dahulu menanyakan kepada sang ibu.

"Tahun lalu ada ayah yang bahkan tidak tahu anaknya kelas berapa. Dia harus menelepon ibunya dulu. Bisa dibayangkan, artinya kepedulian ayah masih kurang. Hal-hal seperti ini yang ingin kita ubah melalui program GAMAS," ungkapnya.

Selain mengantar anak ke sekolah, dalam kegiatan tersebut para ayah juga mendapat edukasi dari psikolog mengenai pentingnya komunikasi dan kedekatan emosional dengan anak.

Fazar berharap melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, semakin banyak ayah yang aktif terlibat dalam proses pengasuhan sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung lebih optimal dengan dukungan kedua orang tua.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Belitung dan Belitung Timur, Adi Zahriadi, menambahkan GAMAS sudah diperkuat dengan  Surat Edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 100.3.4.1/0517/DP3ACSKB/2026 serta Surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026 tentang dukungan penguatan ketahanan keluarga bagi ASN.

Artinya bagi orang tua yang meluangkan waktu mengantarkan anaknya sudah diberikan dasar hukum. 

"Jadi bagi bapak-bapak yang mengikuti acara hari ini, harus absen kerja tidak apa-apa, karena ada dasar hukumnya," kata Adi. 

Di sisi lain, Adi juga mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan GAMAS.

Ia berharap GAMAS menjadi budaya positif di seluruh satuan pendidikan sehingga kolaborasi antara keluarga dan sekolah semakin kuat dalam membentuk karakter peserta didik.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.