Polres Bangka Selatan Ingatkan Cakades Tak Sebar Hoaks, Pendukung Diminta Tak Picu Konflik Pilkades
Ardhina Trisila Sakti July 13, 2026 02:43 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepolisian Resor Bangka Selatan mengingatkan seluruh calon kepala desa dan pendukungnya untuk menjaga kondusifitas selama pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak 2026.

Para calon diminta tidak menyebarkan informasi bohong maupun narasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat. Aparat pengamanan juga ditegaskan harus menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis selama proses pemilihan berlangsung.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto mengatakan Pilkades merupakan bagian penting dari demokrasi di tingkat desa karena masyarakat diberikan ruang untuk menentukan pemimpin yang akan membawa arah pembangunan desa ke depan. 

Namun, kedekatan kontestasi Pilkades dengan kehidupan sehari-hari masyarakat membuat potensi gesekan sosial perlu diantisipasi bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta mengedepankan persatuan meski memiliki pilihan politik yang berbeda.

“Melalui proses ini, masyarakat desa menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan desa untuk beberapa tahun kedepan,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Senin (13/7/2026).

Menurut Agus Arif Wijayanto, Pilkades memiliki potensi kerawanan tersendiri karena berlangsung langsung di tengah masyarakat.

Perbedaan pilihan antarwarga dapat berkembang menjadi konflik apabila tidak disikapi dengan kedewasaan dan saling menghargai. Untuk itu, seluruh pihak diminta menjaga komunikasi serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak hubungan sosial.

Dirinya memastikan jajaran pengamanan bersama unsur terkait akan bekerja untuk mengawal pelaksanaan Pilkades agar berlangsung aman, damai, dan tertib.

Namun, keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan dukungan dari calon kepala desa, pendukung dan masyarakat. Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi kunci agar pesta demokrasi desa berjalan sesuai harapan.

“Kita ingin memastikan bahwa seluruh elemen pengamanan siap bersinergi guna mengawal proses demokrasi ini agar berjalan dengan aman, damai, sejuk dan sehat,” jelas Agus Arif Wijayanto.

Kapolres mengimbau seluruh calon kepala desa agar mengedepankan kampanye yang sehat dengan menyampaikan program dan gagasan kepada masyarakat.

Selain calon kepala desa, para pendukung juga menjadi perhatian dalam menjaga situasi tetap aman selama Pilkades. Agus meminta setiap calon mampu mengendalikan massa pendukungnya agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik maupun gangguan keamanan. Menjaga ketertiban merupakan kepentingan bersama demi suksesnya pelaksanaan Pilkades.

“Mohon untuk dapat mengendalikan para pendukungnya sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan dapat kita hindarkan. Tentu saja ini adalah demi kepentingan yang lebih baik bagi kita semuanya,” sebutnya.

Kapolres menegaskan kepada seluruh personel pengamanan agar menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

Aparat yang bertugas hanya memiliki kewenangan untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses pemungutan suara, bukan menentukan pilihan masyarakat. Netralitas menjadi prinsip utama yang harus dijaga seluruh personel selama pelaksanaan Pilkades.

Tim pengamanan tidak diperbolehkan mengarahkan masyarakat untuk memilih maupun tidak memilih calon tertentu.

Aparat keamanan harus memberikan ruang sepenuhnya kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih sesuai hati nurani. Dengan menjaga netralitas, kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi desa dapat tetap terpelihara.

“Jelas tim pengamanan tidak diperkenankan untuk mengajak atau melarang masyarakat untuk memilih atau tidak memilih,” tegas Agus Arif Wijayanto.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.