Sudah Beri Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis Demi Siswa Baru, SDN 2 Plandaan Bisa Gaet 2 Siswa
Rendy Nicko July 13, 2026 02:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - SDN 2 Plandaan di Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung hanya mendapatkan 2 siswa baru.

Sekolah ini mengalami kemunduran setelah pemerintah desa setempat membangun kolam renang di halaman sekolah yang berstatus tanah milik desa, di tahun 2021

Kepala sekolah harus datang dari rumah ke rumah untuk mendapatkan siswa baru.

Selain itu pihak sekolah juga menyediakan seragam dan peralatan sekolah gratis bagi siswa baru, demi menarik siswa baru.

Baca juga: Viral Sejoli Remaja Digerebek Berduaan di Toilet Stadion Anjuk Ladang Nganjuk, Ngaku Gak Sengaja

Namun segala upaya itu hanya bisa mendapatkan 2 siswa baru.

“Upaya kami sudah mulai 4 bulan sebelum SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru). Kami sudah mengumpulkan iuran di antara guru,” jelas Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Khomariyah, Senin (13/7/2026) pukul 07.30 WIB, setelah upacara bendera.

Lanjutnya, uang iuran dari para guru ini dipakai untuk membeli seragam dan peralatan sekolah siswa baru.

Siti lalu mendatangi sejumlah Taman Kanak-kanak terdekat untuk mencari data siswa yang rumahnya dekat dengan SDN 2 Plandaan.

Selanjutnya Siti mendatangi dari rumah ke rumah, merayu orang tua agar mau menyekolahkan anaknya di SDN 2 Plandaan.

“Kurang 1 minggu dari SPMB, kami mendapatkan 3 calon siswa. Tapi kurang 1 hari, salah satunya pindah ke SD lain,” ungkapnya.

Orang tua yang memilih menyekolahkan ke SD lain beralasan ingin anaknya sekolah yang punya banyak siswa.  

Terakhir tersisa 2 siswa yang bertahan, satu dari warga setempat, satu lainnya dari luar desa.

Dari pengalaman datang dari rumah ke rumah, Siti menangkap isu yang berkembang jika SDN 2 Plandaan sudah bubar, tidak ada pembelajaran lagi.

“Isunya sekolah sudah malam tutup. Faktanya sekolah ini masih aktif, pembelajaran masih berjalan,” ucapnya.

Untuk menarik siswa baru, Siti dan para guru menyediakan seragam dan perlengkapan sekolah gratis untuk.

Totalnya seluruh seragam dan peralatan sekolah sekitar Rp 400.000 sampai Rp 500.000 per siswa.

Bahkan para guru mengantarkan calon siswa ini untuk membeli seragam baru di toko seragam.

“Seragamnya lengkap, mulai putih merah, pramuka, seragam khas sampai sepatu. Misalnya orang tua siswa mau belanja sendiri, kami berikan uangnya,” tutur Siti.

Saat ini total jumlah siswa SDN 2 Plandaan 16 anak, terdiri kelas 1 ada 2 siswa, kelas 2 ada 2 siswa, kelas 3 ada 2 siswa, kelas 4 ada 4 siswa, kelas 5 ada 3 siswa, dan kelas 6 ada 3 siswa.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) seluruh siswa digabung di satu ruangan.

Kesehariannya para guru juga memberi uang saku atau membelikan jajan untuk para siswa.

Guru dan tenaga kependidikan di sekolah ada terdiri dari 1 Guru Tidak Tetap (GTT), 1 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, 4 PPPK, dan 2 PNS.

Guru dengan status PNS dan PPPK yang iuran Rp 200.000 per bulan untuk berbagai kepentingan, termasuk membelikan seragam sekolah siswa baru.

Karena jumlah siswa yang sedikit, sekolah ini tidak bisa mengandalkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Baca juga: Hari Pertama Sekolah, Mbak Wali Ingatkan ASN Pentingnya Peran Ayah di Balik Kesuksesan Anak

“Gaji GTT juga diambilkan dari iuran ini. Misalnya mau beli printer juga dari iuran,” ujar Siti.

Meski jumlah murid sedikit, tidak berpengaruh pada penggajian para guru.

Siti hanya khawatir jika ke depan sekolah ini tidak mendapat siswa, otomatis akan berpengaruh pada penggajian para guru. 

(David Yohanes/TribunMataraman.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.