Dua Remaja Tewas di Gunung Bismo Wonosobo Diduga Jatuh dari Ketinggian, Alami Patah Tulang
rika irawati July 13, 2026 04:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Wonosobo, Jawa Tengah, diduga jatuh dari ketinggian.

Hasil pemeriksaan medis di RSUD Setjonegoro Wonosobo, keduanya mengalami patah tulang.

Dua remaja tersebut adalah Arifin Nurohmat (18) dan Yufaidin (15).

Keduanya warga Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo.

Keduanya dilaporkan pergi dari rumah sejak 30 Juni 2026.

Baca juga: Dua Remaja yang Hilang di Gunung Bismo Wonosobo Ditemukan Tewas di Dasar Jurang Sedalam 284 Meter

Keberadaan keduanya diketahui tim SAR di dasar jurang sedalam 284 meter di kawasan Curug Tiga, Gunung Bismo, Minggu (12/7/2026) siang, sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun, medan yang terjal dan kedalaman jurang membuat proses evakuasi berlangsung lama.

Jenazah kedua remaja itu baru berhasil dievakuasi turun Minggu malam.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Setjonegoro Wonosobo untuk identifikasi dan pemeriksaan medis.

Dikutip dari Kompas.com, Senin (13/7/2026), hasil pemeriksaan medis di RSUD Setjonegoro Wonosobo menyebutkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. 

Arifin mengalami patah tulang pada kedua tangan dan kaki kanan serta sejumlah luka akibat benturan.

Sementara, Yufaidin mengalami memar di bagian kepala dan patah pada kedua tangan. 

Tim medis memperkirakan, keduanya telah meninggal lebih dari 48 jam sebelum ditemukan. 

Ditemukan Sehari Setelah Operasi SAR Ditutup

Sementara, Camat Watumalang Arief Hardiyanto mengatakan, pihaknya menerima informasi penemuan kedua korban pada Minggu, sekitar pukul 14.00 WIB.

"Sekitar jam 14.00, menerima kabar dari Polsek Watumalang bahwa ditemukan orang hilang kemarin itu," kata Arief, Minggu malam.

Kata Arief, sebelumnya, tim SAR gabungan telah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan selama tujuh hari dan diperpenjang tiga hari.

Namun, hingga operasi resmi ditutup pada Sabtu (11/7/2026), kedua remaja tersebut belum berhasil ditemukan.

"Selama pencarian SAR tujuh hari, diperpanjang tiga hari, sudah kita tutup kemarin. Ternyata, pada siang tadi ditemukan oleh tim dari Wanadri Bandung," ujarnya.

Baca juga: 10 Hari Pencarian Dua Remaja di Gunung Bismo Wonosobo Nihil, Operasi SAR Dihentikan

Arief mengatakan, Arifin Nurohmat alias Apin dan Yufaidin alias Idin ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Arief mengatakan, keduanya ditemukan di dasar jurang dengan kedalaman lebih dari 284 meter.

"Sehingga, memerlukan ekstra kerja keras untuk bisa menaikkan anak ini sampai di lokasi atas," jelasnya.

Hingga Minggu malam, sekitar pukul 21.30 WIB, tim gabungan telah berhasil mengangkat kedua korban dari dasar jurang. 

Selanjutnya, mereka membawa jenazah menuju Posko Sembrani.

"Karena sulitnya medan dan kondisi malam hari, dimungkinkan korban bisa sampai di posko sekitar dua sampai tiga jam lagi dari sekarang," katanya.

Setelah tiba di Posko Sembrani, kedua jenazah akan langsung dibawa ke RSUD Setjonegoro Wonosobo untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim Inafis Polres Wonosobo sebelum dilakukan pemulasaraan.

"Setelah proses diidentifikasi oleh Inavis selesai, nanti akan kita selesaikan juga untuk proses pemulasaraan jenazah oleh RSUD Setjonegoro."

"Setelah itu, nanti baru diserahkan ke kami, kami baru serahkan ke pihak desa," tuturnya.

Keluarga Ikhlas Menerima

Menurut Arief, kabar duka ditemukannya kedua remaja itu dalam kondisi meninggal dunia telah disampaikan kepada keluarga lewat kepala Desa Krinjing, Minggu sore.

Menurutnya, keluarga telah menerima informasi tersebut secara ikhlas.

"Komunikasi ke pihak keluarga sudah dilakukan Pak Kepala Desa Krinjing, tadi sudah disampaikan sekitar habis Ashar itu, dan keluarga sudah bisa menerima," ujarnya.

Baca juga: 300 Tenongan Diarak dalam Puncak Tradisi Rakanan Dusun Giyanti Wonosobo, Diperebutkan Pengunjung

Sementara, kabar penemuan kedua remaja itu juga langsung menyebar di tengah masyarakat. 

Warga berbondong-bondong menuju Balai Desa Krinjing yang menjadi posko pencarian, hingga kawasan Bukit Sembrani untuk menunggu proses evakuasi.

"Ya, dari tadi kabar sudah ditemukan, warga sudah berbondong-bondong menuju Balai Desa maupun ke Bukit Sembrani."

"Tetapi karena ini membutuhkan proses evakuasi yang tidak mudah, di Sembrani tadi sudah kita tutup portal, sehingga tidak semua orang bisa naik ke Gunung Bismo untuk ikut mencari," kata Arief. (Tribunbanyumas.com/Imah Masitoh, Kompas.com/Bayu Apriliano)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.