BPBD Balikpapan Keluarkan Imbauan Penting, Hindari Pantai Saat Ombak Tinggi dan Angin Kencang
Amelia Mutia Rachmah July 13, 2026 07:11 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan tersebut ditujukan khusus kepada warga yang tinggal di kawasan pesisir, nelayan, pengguna transportasi laut, hingga masyarakat yang berencana berwisata ke sejumlah pantai di Balikpapan.

BPBD menilai perubahan cuaca yang disertai hujan berintensitas tinggi, angin kencang, puting beliung, hingga gelombang laut tinggi berpotensi memicu berbagai kejadian seperti pohon tumbang, banjir, maupun kecelakaan di wilayah perairan.

20260713_rumah roboh akibat gelombang pasang di Klandasan
ANTISIPASI CUACA EKSTREM - Ilustrasi rumah roboh akibat gelombang pasang yang menghantam pemukiman pesisir Klandasan Ulu, pada Jumat (10/7/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan setiap informasi maupun peringatan cuaca yang disampaikan pemerintah sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menegaskan kesiapsiagaan merupakan langkah paling efektif untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem, terutama di kawasan pesisir yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

Baca juga: 8 Warga Binaan Rutan Balikpapan Bebas Lewat Program Pembebasan dan Cuti Bersyarat

"Wilayah pesisir menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus. Masyarakat diharapkan selalu waspada terhadap potensi angin kencang, puting beliung, maupun gelombang tinggi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," ujar Usman Ali, Senin (13/7/2026).

Pengunjung Pantai Diminta Tidak Bermain Saat Ombak Tinggi

BPBD juga mengingatkan masyarakat yang akan berkunjung ke objek wisata pantai agar tidak memaksakan diri bermain hingga ke tengah laut ketika kondisi ombak sedang tinggi.

Pengunjung diminta menikmati kawasan pantai dari lokasi yang aman serta selalu mematuhi arahan petugas maupun rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang.

Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di bibir pantai karena perubahan arus dan gelombang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Menurut BPBD, pendampingan orang dewasa menjadi langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah kecelakaan di kawasan pantai.

Baca juga: Kronologi Pria Ditangkap di Balikpapan Barat, Polisi Temukan 11 Paket Sabu dalam Helm

Nelayan Diminta Tunda Melaut Saat Ada Peringatan BMKG

Selain wisatawan, BPBD juga mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas di perairan.

Apabila Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi maupun angin kencang, aktivitas melaut sebaiknya ditunda hingga kondisi kembali aman.

Warga yang tinggal di kawasan pesisir juga diminta memastikan kondisi rumah tetap aman dengan memangkas ranting pohon yang berpotensi tumbang serta mengamankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin.

BPBD turut meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan pohon miring, tiang listrik yang rawan roboh, atau kondisi lain yang dapat membahayakan keselamatan warga.

Personel dan Peralatan Disiagakan

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Balikpapan telah menyiagakan personel beserta peralatan penanggulangan bencana untuk menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem.

Baca juga: Pemkab PPU Perketat Pemantauan Akademik Mahasiswa Penerima Beasiswa di Universitas Balikpapan

Koordinasi dengan TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait lainnya juga terus diperkuat agar penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Usman Ali menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana.

Ia mengajak seluruh warga tetap tenang, tidak panik, namun terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

"Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Jangan memaksakan aktivitas di laut atau di kawasan pantai ketika cuaca memburuk. Dengan meningkatkan kewaspadaan, saling mengingatkan, serta mematuhi informasi resmi, kita dapat meminimalkan risiko dan melindungi diri maupun keluarga dari dampak cuaca ekstrem," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.