BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) telah beberapa kali terjadi di beberapa daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Seperti di Kota Banjarbaru, kebakaran beberapa kali terjadi terutama di wilayah Pengayuan Landasan Ulin Selatan dan di beberapa titik lainnya di Banjarbaru.
Selain dari petugas BPBD dan relawan, dalam beberaa kejadian kebakaran di Banjarbaru, kepolisian dari Polsek dan Polres setenpat juga ikut melakukan pemadaman api.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, mengatakan sebelumnya Polda Kalsel bersama Pemprov Kalsel telah membentuk satgas karhutla.
Beberapa waktu lalu, Polda Kalsel juga ikut serta dalam apel kesiapan penanganan karhutla yang digelar Pemprov Kalsel.
Baca juga: Dilaporkan Sang Paman Atas Dugaan Penganiayaan, Mantan Wali Kota Banjarbaru Aditya: Itu Fitnah
Baca juga: Kecelakaan di A Yani Km 19 Landasan Ulin Banjarbaru, Satu Orang Pemotor Dikabarkan Meninggal Dunia
“Satgas telah dibentuk. Khusus Polda sudah dua kali melaksanakan apel karhutla dan menggelar kesiapan personel dan sarana prasarana. Dan kemarin kita juga bergabung dengan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan untuk apel bersama dengan menggelar sarana prasarana dan personel yang kita miliki juga,” katanya, Senin (13/7/2026).
Kapolda mengatakan pihaknya telah mempersiapkan peralatan maupun personel kepolisian untuk membantu proses pemadaman kebakaran lahan.
“Kita sudah melakukan pengecekan, baik pada saat apel maupun di luar apel. Personel maupun sarana prasarana kita siap untuk setiap saat digerakkan, setiap saat membantu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan,” sebutnya.
Di sisi lain, Irjen Rosyanto Yudha juga menyamlaikan imbauan agar masyarakat tidak membakar lahan atau membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kepada masyarakat, kami mengimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar lahan tersebut, membakar hutan, untuk kita sama-sama menjaga agar asap atau musibah asap ini tidak kembali menyerang atau tidak kembali dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan,” imbuanya.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)