...saya akan meminta sejumlah pengusaha yang saya kenal untuk membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengemukakan pentingnya perluasan peluang kerja bagi lulusan berkebutuhan khusus saat mengunjungi SLB Negeri 2 Jakarta pada Senin.

Saat meninjau pelaksanaan program Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS) di sekolah tersebut, Wihaji menyampaikan anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kelebihan di bidang-bidang tertentu yang dibutuhkan di dunia kerja, yang melalui pendampingan orang tua dan guru, maka potensi mereka dapat dioptimalkan.

"Tadi saya sudah mendengar banyak aspirasi dari orang tua agar lulusan SLB bisa memperoleh kesempatan bekerja yang lebih luas setelah lulus SMA, untuk itu, saya akan meminta sejumlah pengusaha yang saya kenal untuk membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas, di mana salah satunya telah mempekerjakan lebih dari 200 pekerja berkebutuhan khusus," ujar dia.

Ia menyebutkan, terdapat sekitar 250 ribu anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di satuan pendidikan formal di Indonesia. Jumlah anak berkebutuhan khusus di pendidikan nonformal kemungkinan juga cukup besar, di mana di DKI Jakarta sendiri, terdapat sekitar 6.000 anak berkebutuhan khusus.

"Keluarga merupakan unit terkecil dalam negara, sehingga pembangunan bangsa harus dimulai dari penguatan keluarga, termasuk keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus," katanya.

Wihaji juga mengapresiasi para orang tua hebat yang telah mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus dengan kesabaran luar biasa. Selain itu, peran para guru juga tidak kalah penting bagi mereka yang membutuhkan pendampingan agar dapat mengoptimalkan bakat masing-masing.

"Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki sekitar 13 SLB. Fasilitas di SLB Negeri 2 ini sudah baik dan mampu memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk berkembang. Untuk itu, saya berharap agar keluarga dari anak-anak ini selalu memiliki optimisme bahwa anak-anak mereka tetap memiliki masa depan yang baik," tuturnya.