TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang meresmikan operasional Patriot Muda Training Centre (PMTC) di Tanjung Selor, Kabupaten Bulunga, Kalimantan Utara, Senin (13/7/2026).
Berlokasi di Jalan Sengkawit bersebelahan dengan Pasar Induk Tanjung Selor, PMTC diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltara, khususnya bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan maupun menjadi anggota TNI dan Polri.
Usai prosesi pemotongan pita, Zainal Paliwang beserta jajaran Dinas Pendidikan dan rombongan Kepala Sekolah di Tanjung Selor langung melakukan tinjauan ke beberapa ruangan PMTC.
Sebagai informasi PMTC di Kalimantan Utara ini merupakan cabang ke-28 yang telah berdiri di Indonesia.
Baca juga: Resmikan Kampung RA dan Pemberdayaan Wakaf Produktif, Ini Harapan Staf Ahli Kementerian ATR/BPN
"Ini berhubungan dengan upaya meningkatkan SDM kita di Kalimantan Utara, terutama bagi putra-putri yang ingin menempuh pendidikan di jalur kedinasan," ucap Zainal Paliwang usai peresmian, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, peserta nantinya akan mendapatkan pembekalan materi sesuai tahapan seleksi sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik saat mengikuti ujian masuk.
Sekolah kedinasan yang menjadi sasaran pembinaan antara lain Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), hingga Akademi Angkatan Laut (AAL).
"Di sini diberikan bimbingan belajar agar saat menghadapi seleksi mereka sudah memahami materi maupun soal-soal yang akan diujikan," ujarnya.
Ia menjelaskan, PMTC bukan merupakan lembaga yang dikelola pemerintah daerah, melainkan lembaga pendidikan yang berkantor pusat di Jakarta dan telah membuka cabang di berbagai provinsi.
Baca juga: Gubernur Kaltara Ingatkan OPD Susun Program Tepat Sasaran di Tengah Keterbatasan Fiskal
"Kalimantan Utara menjadi provinsi ke-28 yang membuka cabang bimbingan belajar ini," ucapnya.
Meski demikian, Zainal menegaskan keberadaan PMTC tidak menggantikan pembinaan yang selama ini telah dilakukan institusi TNI dan Polri.
Menurutnya, setiap tahun jajaran Polda Kaltara, Korem, Kodim hingga Polres juga memberikan pembinaan kepada calon peserta seleksi.
"Ini menjadi salah satu alternatif tempat bimbingan belajar yang dapat membantu putra-putri kita mempersiapkan diri memasuki pendidikan kedinasan," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Patriot Muda Training Centre (PMTC), Mohammad Siswan Efandy mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada delapan peserta yang mendaftar mengikuti program bimbingan belajar di cabang Tanjung Selor.
"Sudah ada delapan orang yang mendaftar untuk cabang Kaltara yang ada di Tanjung Selor," ujarnya.
Ia mengatakan, PMTC juga tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah vendor untuk menyediakan program beasiswa agar layanan bimbingan belajar dapat diakses lebih banyak masyarakat.
"Kami juga akan bekerja sama dengan beberapa vendor untuk membuka beasiswa di Kaltara. Prinsip kami adalah pemerataan sehingga semua golongan bisa mengikuti kegiatan belajar ini dan menikmati fasilitas yang kami sediakan," katanya.
Siswan menjelaskan, PMTC membimbing peserta menghadapi seluruh tahapan seleksi, mulai dari tes akademik, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikotes, wawancara, hingga pembinaan mental dan ideologi.
Untuk siswa PMTC Tanjung Selor ini peserta akan mengikuti pembelajaran teori dan latihan fisik.
Selanjutnya, peserta yang lolos tahapan tertentu akan menjalani karantina intensif selama tiga hingga enam bulan di Jakarta untuk pendalaman materi, simulasi wawancara, dan persiapan pemeriksaan kesehatan.
Ia menambahkan, saat ini PMTC baru membuka satu pusat layanan di Kaltara yang berlokasi di Tanjung Selor. Kapasitas peserta akan ditingkatkan apabila minat masyarakat terus bertambah.
Sebagai bentuk komitmen kepada peserta, PMTC juga menawarkan program garansi uang kembali sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku apabila peserta tidak lulus seleksi.
"Dengan kurikulum, metode pembelajaran, dan pengalaman yang sudah terbukti, kami ingin memberikan kesempatan yang lebih besar bagi putra dan putri Kalimantan Utara untuk bersaing dan mewujudkan cita-cita menjadi abdi negara," tandasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu