Pekanbaru, (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau memasang dua kandang jebak usai dua orang dilaporkan tewas diserang harimau di Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Laskar Jaya Permana, mengatakan menurut laporan tim mitigasi, harimau yang menyerang korban diduga merupakan individu yang sama dengan pelaku serangan sebelumnya. Satwa tersebut diperkirakan berjenis kelamin jantan dengan usia sekitar tiga tahun.
"Kesimpulan sementara diperoleh dari hasil pemeriksaan jejak di lapangan yang memiliki ukuran dan karakteristik yang sama. Namun, identifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan apakah benar individu yang sama," katanya di Pekanbaru, Senin.
Diketahui setelah menewaskan seorang bocah berusia 12 tahun, keganasan Harimau Sumatera kembali merenggut nyawa seorang pria atas nama Eko Prasetyo (29). Peristiwa itu terjadi pada Jumat (10/7) malam di area camp kedua yang berjarak sekitar 6,5 kilometer dari lokasi serangan pertama.
Korban lanjut Laskar diduga diterkam harimau saat keluar dari camp pada malam hari. Korban kemudian ditemukan keesokan paginya, Sabtu (11/7) dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah di bagian leher dan kedua kaki.
"Sebagian tubuh korban juga telah dimangsa harimau," sebutnya
Sebelumnya, korban pertama serangan Harimau Sumatera di kawasan tersebut adalah JZ (12), anak seorang pekerja HTI yang tinggal di camp yang sama. Peristiwa itu terjadi pada Selasa dini hari (7/7).
JZ dilaporkan diterkam saat menunggu kakaknya mencuci piring di kamar mandi belakang camp. Kakak korban sempat mendengar jeritan adiknya namun, saat ditemukan sekitar 10 meter dari camp, korban mengalami luka parah di bagian leher dan dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke fasilitas kesehatan.





