DPPP Tana Tidung Targetkan Penanaman Padi Seluas 150 Hektare, Pakai Metode Pertanian Modern PM-AAS
Junisah July 13, 2026 09:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG -Pemkab Tana Tidung menargetkan penanaman padi reguler tahap kedua seluas 150 hektare pada September atau Oktober 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Penanaman tersebut dipusatkan di kawasan persawahan Desa Tideng Pale Seberang, Kecamatan Sesayap, yang saat ini terus dipersiapkan agar seluruh lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Tana Tidung, Idris Hendro Wibowo mengatakan pemerintah daerah saat ini masih mengupayakan dukungan anggaran untuk merealisasikan target tersebut.

"Untuk ketahanan pangan ini kita akan melaksanakan penanaman padi reguler tahap kedua, kemungkinan sekitar bulan September atau Oktober," ujar Idris Hendro Wibowo kepada TribunKaltara.com, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, fokus penanaman akan dilakukan di areal persawahan Tideng Pale Seberang yang memiliki luas sekitar 150 hektare.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Tana Tidung dan Forkopimda Turun ke Sawah Tanam Padi Serentak

Menurutnya, seluruh lahan tersebut diharapkan dapat ditanami pada musim tanam reguler mendatang.

"Saat ini sedang kita upayakan, mudah-mudahan ada anggaran untuk menyelesaikan penanaman di Tideng Pale Seberang. Luasannya sekitar 150 hektare dan kalau bisa kita usahakan seluruhnya ditanami pada penanaman reguler. Memang target kita 150 hektare itu," katanya.

Idris Hendro Wibowo menuturkan, sebelumnya pemerintah daerah telah melaksanakan gerakan tanam padi serentak bersama Bupati Tana Tidung dengan luas tanam sekitar 50 hektare.

Melalui penanaman reguler tahap kedua, luas tanam tersebut diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

"Kalau penanaman pertama yang serentak waktu itu bersama Pak Bupati sekitar 50 hektare. Mudah-mudahan nanti pada penanaman reguler kita bisa mencapai target yang sudah direncanakan," ungkapnya.

Selain memperluas areal tanam, DPPP Tana Tidung juga akan mulai menerapkan metode penanaman baru sebagai bagian dari sinergi dengan program nasional di bidang pertanian.

Idris Hendro Wibowo mengatakan metode tersebut dikenal dengan nama PM-AAS (Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System).

Baca juga: Panen Padi di Sungai Lancang, Bupati Nunukan Irwan Sabri Prioritaskan Infrastruktur dan Alsintan

Melalui metode tersebut, benih padi ditanam secara langsung dengan tingkat kerapatan yang lebih tinggi sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen.

"Kita juga bersinergi dengan program nasional melalui metode penanaman baru PM-AAS. Kalau kita lihat dari metodenya, penanaman dilakukan langsung dari benih dengan kerapatan yang cukup tinggi dan potensi hasilnya bisa mencapai tujuh sampai 10 ton," jelasnya.

Meski demikian, Idris Hendro Wibowo mengakui metode tersebut belum pernah diterapkan di Kabupaten Tana Tidung.

Karena itu, pihaknya berencana menjadikan musim tanam reguler mendatang sebagai tahap awal uji coba sebelum diterapkan lebih luas.

"Metode itu memang belum pernah kita coba. Jadi kemungkinan saat penanaman reguler nanti akan kita mulai terapkan dan melihat bagaimana hasilnya di Kabupaten Tana Tidung," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.