Penyebab 4 Rumah dan Warung di Desa Dusun Tengah Bengkulu Selatan Ludes Terbakar
Hendrik Budiman July 13, 2026 10:39 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Sebanyak empat unit rumah permanen di Desa Dusun Tengah, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan ludes dilahap si jago merah, pada Senin (13/7/2026) siang.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.22 WIB.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bengkulu Selatan menerima laporan dari seorang warga bernama Dian dan langsung menuju lokasi kejadian.

Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Bengkulu Selatan Efredy Gunawan mengungkapkan, tim membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk tiba di lokasi karena jarak Pos Damkar ke tempat kejadian mencapai sekitar 20 kilometer.

“Dua unit mobil operasional dan 25 personel Satgas Damkar langsung kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas,” ujar Efredy saat dikonfirmasi oleh wartawan TribunBengkulu.com, Senin (13/7/2026).

Api Berasal dari Rumah dan Warung Milik Nurbaiti

Kebakaran pertama kali melanda rumah sekaligus warung milik Nurbaiti (67), warga Desa Dusun Tengah. Kobaran api kemudian dengan cepat merembet ke rumah milik Iwan (50), Mikar (60), dan Elpian (50).

Petugas Damkar bersama personel TNI-Polri serta masyarakat setempat bergotong royong memadamkan api.

Setelah berusaha menjinakan api selama kurang lebih 90 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Selanjutnya petugas melakukan proses pendinginan serta pencarian titik api yang masih tersembunyi untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan.

Baca juga: Breaking News: 4 Rumah dan Warung di Desa Dusun Tengah Bengkulu Selatan Ludes Terbakar

Berdasarkan hasil sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Peristiwa tersebut menghanguskan empat unit rumah permanen dengan luas bangunan sekitar 8 x 12 meter persegi.

Kebakaran tersebut diklasifikasikan sebagai kebakaran Kelas C atau kebakaran yang berkaitan dengan instalasi maupun peralatan listrik.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka bakar dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp600 juta.

Usai memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali, seluruh personel Damkar kembali ke Pos Padang Panjang.

Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna menghindari korsleting yang dapat memicu kebakaran, terutama pada instalasi yang sudah berusia tua atau mengalami kerusakan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.