Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pameran perhiasan Pesta Kilau Emas Exhibition Tour 2026 kembali menyapa masyarakat Surabaya, Jawa Timur.
Setelah sukses di titik pertama, roadshow kedua digelar di Main Atrium LG Pakuwon Trade Centre (PTC) Surabaya pada 8–12 Juli 2026 dengan menghadirkan ribuan koleksi perhiasan emas terbaru serta beragam program hadiah menarik.
Pameran yang diselenggarakan Wahyu Redjo ini menggandeng empat pabrik perhiasan emas ternama untuk menghadirkan koleksi dengan desain terkini yang mengikuti tren pasar. Selain menjadi ajang berburu perhiasan, pengunjung juga diajak menikmati pengalaman berbelanja melalui berbagai program undian dan hadiah.
Management Representative Wahyu Redjo, Diana Kusuma Atmaja, mengatakan setiap kota dalam rangkaian roadshow dirancang memiliki pengalaman yang berbeda sesuai karakter konsumennya.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda di setiap kota. Di PTC, selain koleksi perhiasan yang semakin lengkap, pengunjung dapat menikmati keseruan tidak hanya berbelanja, tetapi juga membawa pulang pengalaman yang menyenangkan," tutur Diana, Minggu (12/7/2026).
Baca juga: Kelakuan Sadam Nekat Jual Emas Ayahnya 177 Gram Demi Dapat Rp150 Juta untuk Main Judi Online
Pada penyelenggaraan di PTC Surabaya, pengunjung dapat mengikuti sejumlah program promosi dengan hadiah bernilai besar.
Program Kejutan Kilau Emas menawarkan hadiah utama satu unit Toyota Calya, sementara program Top Spender menyediakan hadiah iPhone 17, sepeda listrik, dan televisi 43 inci.
Selain itu, tersedia Daily Prize berupa perhiasan emas eksklusif yang diundi setiap hari, bundling merchandise khusus pembelian produk pilihan dari masing-masing pabrik, hingga kesempatan memperoleh hadiah logam mulia melalui pengundian di titik akhir roadshow.
Diana mengungkapkan setiap daerah memiliki karakter tersendiri dalam memilih perhiasan emas.
Menurutnya, pengunjung di Royal Plaza Surabaya sebelumnya lebih banyak memilih emas kadar 8 dan 16 karat. Sementara di PTC, mayoritas pelanggan mencari koleksi emas kadar 16 hingga 17 karat.
"Kali ini tidak jauh beda dengan titik sebelumnya, di Royal Plaza. Kita melihat tren di Surabaya, di kota yang sama, tapi di Royal Plaza yang banyak diminati kadar 16 dan kadar 8, tapi kalau di PTC kadar 16-17. Kami mengikuti pelanggan setempat," sebut Diana.
Ia menambahkan, konsumen di Madura dan Mojokerto cenderung menyukai desain yang lebih glamor dengan banyak ornamen batu atau mata perhiasan.
Sebaliknya, pelanggan di PTC lebih memilih desain minimalis yang mengikuti tren global.
"Di PTC dengan lainnya cukup berbeda taste-nya, di sini mengikuti secara global. Perhiasan desain branded," ujarnya.
Selain mengembangkan konsep pameran, Wahyu Redjo juga terus memperluas jaringan bisnisnya.
Diana menyebut perusahaan telah membuka tiga outlet baru di Yogyakarta serta satu toko di Solo. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya masih membuka peluang menambah cabang di wilayah Jawa Tengah.
Menurutnya, pasar Jawa Tengah memiliki karakter unik karena masih mengenal perhiasan emas kadar 10 karat, berbeda dengan daerah lain yang umumnya menawarkan kadar 6K, 8K, 16K, dan 17K.
"Kadar 10K hanya ada di Jawa Tengah. Kami membawa konsep baru yang berbeda," sebutnya.
Wahyu Redjo juga baru menghadirkan WR Premier di Pakuwon Mall Surabaya dengan konsep butik perhiasan premium yang menyasar segmen pasar kelas atas.
"Selain itu, kami juga baru membuka brand baru, WR Premier, di Pakuwon Mall. Konsepnya lebih luxury dengan koleksi perhiasan yang lebih segmented. Koleksinya kami pilih secara spesial karena menyasar pasar high-end," ujarnya.
Setelah Surabaya, rangkaian Pesta Kilau Emas Exhibition Tour 2026 akan berlanjut ke Sunrise Mall Mojokerto pada 12–17 Agustus 2026, kemudian digelar di Malang Olympic Garden (MOG) pada 7–11 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Wahyu Redjo juga menggelar pengundian program Semarak Kilau Emas yang rutin dilaksanakan di seluruh gerainya. Selanjutnya akan hadir program Shine and Drive dengan hadiah utama satu unit mobil Alves yang dijadwalkan diundi pada akhir tahun 2026.
"Dengan berbagai koleksi masing-masing pabrik, kami utamakan koleksi terbaru. Mayoritas terbaru," tutup Diana.
Salah seorang pengunjung, Pramusisanti, mengaku rutin berburu perhiasan emas sejak 2018 karena dinilai menguntungkan sebagai instrumen investasi sekaligus menunjang penampilan.
Menurutnya, koleksi terbaru biasanya hanya tersedia saat pameran sehingga menjadi alasan utama dirinya selalu datang.
“Investasi ini menguntungkan, cocok buat investasi dan modelnya bagus. Aku kalau enggak bagus, nggak beli. Tidak ada pengen kadar, tapi yang penting model. Terbaru model Cleopatra. Model nomor satu karena saya suka fashion dan biasanya yang di pameran modelnya lebih bagus. Ada yang enggak ada di toko, tapi hanya ada di pameran,” sebutnya.