Fakta di Balik Foto Viral Jenazah Utuh Sejak 1985 yang Diangkut Motor di Cililin Bandung Barat
Ravianto July 14, 2026 12:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Unggahan sebuah foto yang memperlihatkan dua orang pria berboncengan menggunakan sepeda motor sembari memangku sesosok jenazah mendadak viral dan menggemparkan jagat media sosial.

Peristiwa tak biasa tersebut diketahui terjadi di kawasan Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (12/7/2026).

Kepala Desa Batulayang, Imam Mujahidin, membenarkan adanya peristiwa tersebut setelah mendapatkan laporan dari pihak kecamatan setempat.

"Betul itu kejadian kemarin hari Minggu, saya dapat informasi itu jam 8 pagi dari pihak kecamatan," kata Imam Mujahidin saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).

Prosesi Pemindahan Makam yang Dikubur Sejak 1985

Imam meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, pengangkutan jenazah menggunakan sepeda motor tersebut bukanlah korban kriminalitas atau warga yang baru saja meninggal dunia, melainkan prosesi pemindahan sebuah makam lama.

Baca juga: Misteri Ledakan Toko Bangunan di Purwakarta Belum Terungkap, 3 Jenazah Korban Masih di Lokasi

Jenazah tersebut diketahui merupakan jasad orang tua dari sebuah keluarga yang sudah dimakamkan sejak tahun 1985 silam di kawasan Pasir Meong, Desa Cililin.

Pihak keluarga berembuk dan berencana memindahkan jasad tersebut ke wilayah Desa Batulayang.

"Jadi itu dilakukan oleh sebuah keluarga. Kebetulan ada satu anggota keluarga mereka yang baru meninggal dunia, lalu mereka berembuk dan memutuskan sekalian untuk memindahkan jenazah orang tua mereka (yang makam lama) ke sini," jelas Imam.

Kaget Jasad Masih Utuh dan Terburu-buru

Faktor utama yang membuat pihak keluarga nekat mengangkut jenazah tersebut menggunakan sepeda motor adalah rasa terkejut.

Pihak keluarga sama sekali tidak menyangka bahwa jasad yang telah dikubur selama 41 tahun tersebut ternyata masih ditemukan dalam kondisi utuh saat digali.

Karena kondisi jasad yang masih utuh dan diburu waktu, ditambah jarak antara pemakaman lama dan pemakaman baru relatif dekat, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membawanya secara mandiri menggunakan motor.

"Karena tidak menyangka jenazahnya masih utuh, mereka mungkin panik atau terburu-buru memindahkannya. Karena jaraknya juga relatif dekat, akhirnya langsung dibawa dengan sepeda motor," ujarnya.

Menyayangkan Tanpa Koordinasi dengan Desa

Imam menegaskan, jika sejak awal pihak keluarga melakukan koordinasi dan meminta bantuan, pihak desa dipastikan akan memberikan fasilitas penunjang yang jauh lebih layak demi menghormati jenazah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.