TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Hari pertama masuk sekolah menjadi pengalaman baru bagi 288 murid kelas X SMK Negeri 3 Maumere, Senin (13/7/2026). Tidak ada atribut aneh ataupun praktik perpeloncoan pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026.
Sebaliknya, sekolah mengawali masa pengenalan dengan upacara bendera dan pembelajaran tentang karakter, budaya sekolah, serta keamanan digital. Para murid mengenakan kemeja putih. Siswa laki-laki memakai celana hitam, sedangkan siswi mengenakan rok hitam, sepatu hitam dengan kartu identitas bertuliskan nama siswa.
Selama lima hari ke depan, mereka akan menjalani masa transisi dari jenjang SMP ke sekolah menengah kejuruan dengan mengenal lingkungan belajar, budaya sekolah, serta nilai-nilai karakter. SMK Negeri 3 Maumere terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 17, Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia MPLS 2026 SMKN 3 Maumere, Petrus Kpalet, mengatakan MPLS tahun ini mengusung tema "Menyiapkan Generasi Pembelajar yang Berkarakter, Bertumbuh dengan Literasi Numerasi dalam Sekolah Ramah Anak."
Baca juga: Sempat Kehilangan Fokus, Siswa SMKN 3 Maumere Ini Bangga Juara 2 Pidato Bahasa Inggris EXPO UNIPA
Menurut Petrus, pelaksanaan MPLS mengacu pada petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sekolah berupaya menjadikan masa pengenalan bukan sekadar agenda penyambutan, melainkan ruang awal bagi murid untuk memahami budaya belajar dan kehidupan di lingkungan sekolah.
"Tahun ini kami menerima 288 murid baru. Harapannya, melalui kegiatan selama lima hari ini mereka dapat mengenal sekolah, membangun karakter, dan siap mengikuti proses pembelajaran. Pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Tidak ada praktik perpeloncoan. Seluruh kegiatan berorientasi pada pembentukan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, dan penghormatan terhadap hak anak, kata Petrus.
Selain melibatkan guru, sekolah menghadirkan narasumber dari Kepolisian, Kodim, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, serta Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sikka. Keterlibatan berbagai pihak tersebut dimaksudkan untuk memberikan pembekalan mengenai kedisiplinan, kesehatan, keamanan, dan kehidupan bermasyarakat.
Pada hari pertama, murid mengikuti upacara bendera sesuai Surat Edaran Bersama Nomor 9 Tahun 2026, dilanjutkan dengan pengenalan diri, pengenalan delapan dimensi Profil Lulusan, dan ice breaking bersama panitia serta pengurus OSIS.
Baca juga: Dosen Unipa dan IFTK Ledalero Latih Siswa SMKN 3 Maumere Kuasai IT dan Public Speaking
Mereka kemudian mengikuti materi "Aku dan Sekolahku", "Aku dan Sekitarku", penguatan karakter melalui materi "Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat", serta pembelajaran mengenai keadaban dan keamanan digital.
Selama MPLS berlangsung, sekolah meminta seluruh murid membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum diterapkan selama masa pengenalan lingkungan sekolah.
"Selama MPLS siswa membawa bekal masing-masing. Setelah kegiatan ini selesai, pelaksanaan MBG mungkin akan kembali mengikuti mekanisme pembelajaran di sekolah," kata Petrus.
Ia menerangkan pelaksanaan MPLS Ramah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 198 Tahun 2026 tentang Uraian Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Ramah.
Regulasi tersebut menempatkan MPLS sebagai proses awal untuk membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menghormati hak anak. Karena itu, seluruh kegiatan harus bebas dari kekerasan, perundungan, intoleransi, maupun bentuk penindasan lainnya.
Materi yang diberikan mencakup penguatan karakter, etika bermedia sosial, pembiasaan hidup sehat, serta pengenalan lingkungan sekolah agar murid mampu beradaptasi dengan kehidupan belajar di jenjang baru.
Bagi Muhammad Ridwan Maulana Putra Nasrullah, alumni SMP Negeri Alok yang memilih Program Keahlian Teknik Komputer, Jaringan, dan Telekomunikasi (TKJT), hari pertama di sekolah menjadi pengalaman yang berkesan.
"Saya gugup karena baru pertama kali menginjakkan kaki di SMK Negeri 3 Maumere. Namun, saya juga senang karena ini sekolah yang saya incar sejak lulus SMP dan sesuai dengan jurusan yang saya inginkan," ujarnya.
Ridwan berharap dapat mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan baik, mengenal teman-teman baru, dan membangun hubungan yang akrab dengan para guru sebagai bekal memulai kehidupan di sekolah barunya.