TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menanamkan pendidikan demokrasi kepada ribuan siswa baru jenjang SMA/SMK sederajat.
Program bertajuk "Smart Youth, Smart Choice: Kenali Demokrasi Bareng Gen Z Magelang" tersebut digelar selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, di sejumlah sekolah di Kota Magelang.
Seluruh komisioner KPU Kota Magelang turun langsung menjadi narasumber dalam kegiatan yang menyasar para calon pemilih pemula tersebut.
Melalui pendekatan yang interaktif dan dekat dengan keseharian generasi Z, KPU ingin membangun pemahaman mengenai demokrasi, pemilu, dan pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
Anggota KPU Kota Magelang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Vica Vitri Utami, mengatakan MPLS menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan nilai-nilai demokrasi kepada peserta didik sejak mereka memasuki lingkungan sekolah.
"Kami ingin mendekatkan konsep demokrasi dan pemilu kepada Gen Z dengan cara yang menyenangkan, jauh dari kesan kaku. Lewat momentum MPLS ini, kami berupaya menyiapkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa," ujar Vica, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, pendidikan pemilih tidak harus diberikan menjelang pelaksanaan pemilu.
Justru, pembentukan karakter sebagai warga negara yang sadar hak dan kewajibannya perlu dimulai sejak usia sekolah agar para pelajar memiliki bekal ketika memasuki usia sebagai pemilih.
"MPLS bukan hanya menjadi ajang mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga kesempatan untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Kami berharap para siswa memahami bahwa suara mereka kelak memiliki arti penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa," katanya.
Dalam setiap sesi, para siswa diajak berdiskusi mengenai prinsip-prinsip demokrasi, tahapan penyelenggaraan pemilu, pentingnya menangkal informasi palsu atau hoaks, hingga bagaimana menjadi pemilih yang rasional dan tidak mudah terpengaruh isu yang menyesatkan.
Baca juga: Magelang Fair 2026 Ditutup, Catatkan Transaksi Rp3,17 Miliar dan Dikunjungi 54 Ribu Lebih Pengunjung
Vica menjelaskan, materi disampaikan dengan metode yang lebih komunikatif melalui diskusi interaktif, permainan edukatif, dan tanya jawab sehingga lebih mudah dipahami oleh kalangan generasi muda.
"Kami ingin mereka merasa bahwa demokrasi adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sesuatu yang rumit. Harapannya, mereka tumbuh menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan berani mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar," ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen KPU Kota Magelang dalam meningkatkan kualitas pendidikan pemilih secara berkelanjutan.
Selain menyasar pemilih pemula, KPU terus memperluas edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat sebagai upaya meningkatkan partisipasi dalam setiap penyelenggaraan pemilu.
"Generasi muda adalah pilar demokrasi di masa depan. Karena itu, investasi terbesar yang bisa kita lakukan adalah membangun kesadaran politik yang sehat sejak sekarang, sehingga ketika mereka menggunakan hak pilihnya nanti, keputusan yang diambil benar-benar didasarkan pada pengetahuan dan tanggung jawab sebagai warga negara," tutur Vica.
Melalui program "Smart Youth, Smart Choice: Kenali Demokrasi Bareng Gen Z Magelang", KPU Kota Magelang berharap ribuan siswa baru tidak hanya mengenal proses demokrasi secara teori, tetapi juga memahami pentingnya berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan bekal tersebut, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan mampu menjaga kualitas demokrasi Indonesia di masa mendatang. (*)