Magelang Fair 2026 Ditutup, Catatkan Transaksi Rp3,17 Miliar dan Dikunjungi 54 Ribu Lebih Pengunjung
Muhammad Fatoni July 14, 2026 12:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM,MAGELANG - Penyelenggaraan Magelang Fair 2026 resmi berakhir dengan capaian menggembirakan.

Selama berlangsung di Alun-Alun Kota Magelang, ajang promosi produk unggulan daerah tersebut berhasil mencatatkan omzet transaksi sebesar Rp3,17 miliar dengan jumlah pengunjung mencapai 54.385 orang.

Penutupan Magelang Fair 2026 berlangsung meriah pada Minggu (12/7/2026) malam.

Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Kota Magelang hingga malam hari untuk menikmati rangkaian hiburan sekaligus berburu berbagai produk UMKM, kuliner, kerajinan, hingga produk industri kreatif lokal.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Saifullah, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan pameran daerah.

"Selama pelaksanaan Magelang Fair 2026, jumlah pengunjung mencapai 54.385 orang dengan total omzet transaksi sebesar Rp3.170.225.000," ungkap Saifullah.

Menurutnya, tingginya jumlah transaksi menunjukkan bahwa Magelang Fair tidak hanya menjadi agenda hiburan masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai ruang promosi dan pemasaran yang efektif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kreatif, serta berbagai produk unggulan Kota Magelang.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk, inovasi, dan daya saing sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca juga: DPRD Kabupaten Magelang Mulai Bahas Revisi Dua Raperda Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Apresiasi

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang, dr Sri Harso, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Magelang Fair 2026. 

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.

"Saya berharap kita dapat menjadikan hasil yang diperoleh selama Magelang Fair ini sebagai modal untuk melangkah lebih jauh agar terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan daya saing, dan menumbuhkan optimisme sehingga Kota Magelang mampu menjadi kota perdagangan dan jasa yang harmonis, humanis, nyaman, dan berkelanjutan," ujar Sri.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas bagi produk-produk lokal.

Menurut Sri, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, pemerintah akan terus menghadirkan ruang-ruang promosi yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat maupun calon pembeli dari luar daerah.

Keberhasilan Magelang Fair 2026 menjadi bukti bahwa pameran daerah masih memiliki daya tarik tinggi sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha.

Dengan capaian transaksi lebih dari Rp3,17 miliar dan puluhan ribu pengunjung, ajang ini diharapkan terus berkembang sebagai etalase produk unggulan sekaligus penggerak ekonomi lokal yang mampu memperkuat posisi Kota Magelang sebagai kota perdagangan dan jasa. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.