POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Selasa 14 Juli 2026, dengan judul Didikan dari Seorang Ayah
Tetapi, aku ini menanti-nantikan TUHAN, mengharapkan Allah
Penyelamatku, Allahku akan mendengarkan aku!
Renungan Harian Kristen ini merujuk pada KITAB MIKHA 7:6-9.
Baca juga: PMKI ITB, UGM, UNPAD dan Undana Bantu Warga Filtrasi Air dan Kesehatan Hewan di Fatukoko TTS
Isi buku renungan ini berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen sesuai tradisi Calvinis yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).
POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Juli 2026.
Renungan Harian Bulan Juli 2026 ini mengambil judul Pendidikan yang Memerdekakan - Menghidupi Hikmat Allah dalam Keseharian.
Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen.
Pengasuhan rohani dan didikan orang tua bagi anak sangat penting. Melahirkan dan
membesar anak-anak memang indah dan membahagiakan, tetapi juga selalu disertai
banyak kesulitan.
Setelah jatuh dalam dosa, Allah menghukum Hawa dan berkata,
“Aku akan melipatgandakan susah payahmu waktu hamil; dengan kesakitan engkau
akan melahirkan anak” (Kej. 3:16, TB2).
Tidak ada yang mudah dan ringan. Tantangan menjadi semakin meningkat seiring dengan anak-anak bertambah dewasa.
Keberanian Ayah Mengaku Dosa
Nabi Mikha melayani dan bernubuat selama masa pemerintahan raja Yotam, Ahas,
dan Hizkia, di kerajaan Yehuda (1:1) sekitar tahun 750 – 687 SM.
Dalam mengasuh dan mendidik anak-anak, ia bergumul dan mengakui kesulitan yang dihadapi. Namun hal
terburuk terjadi di dalam keluarga.
Perilaku anak-anak laki-laki maupun perempuan yang menghina ayah dan melawan ibu. Orang-orang serumah menjadi musuh satu
terhadap yang lain (ayat 6). Bagi nabi Mikha, ini adalah saat pergumulan terberat dan
terburuk bagi keluarga, bagi ayah dan ibu. Lalu, bagaimana menjadi pengasuh rohani
dan pendidik bagi anak dalam kesulitan seperti ini?
Nabi Mikha memberikan jawaban, “Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu Tuhan,
akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan
aku!”
Sebagai orang tua, dalam keadaan buruk, mungkin kita sudah mengharapkan
jalan lain dan bukan Tuhan, untuk menyelamatkan kita.
Dan kita tidak berhasil. Nabi Mikha mengingatkan sesungguhnya yang paling kita perlukan adalah menyadari ada
yang tidak beres, bukan pada orang lain, tetapi pada diri sendiri, terutama seorang
ayah sebagai pemimpin dalam keluarga.
Betapa sering seorang ayah tidak dapat/ melihat kekurangan di dalam diri sendiri sebagai langkah awal memulihkan keadaan.
Itulah mengapa nabi Mikha mengingatkan tentang pentingnya melihat kepada Tuhan.
Dosa telah menjadi musuh yang membawa kepada kegelapan. Nabi Mikha
sebagai seorang ayah, dengan hati hancur mengaku dosa.
Menyadari dan mengaku dosa merupakan langkah paling berani datang kepada Allah, yang akan membukakan
pintu pemulihan.
Kita tidak akan merasakan dosa jika kita tidak masuk lebih jauh
dalam pengenalan akan Allah bahwa Ia Maha Pengampun.
Dengan mengenal pengampunan Allah, ada keberanian mengakui dosa dan pemulihan pasti terjadi.
Tindakan berani ini telah memberikan sebuah didikan yang baik bagi anak-anak.
Pokok Doa
Mohon kepada Allah, keberanian bagi para ayah untuk menyadari dan mengaku
kelemahan dan dosa, sebagai wujud tanggung jawab sebagai pemimpin. Amin! (*)
Komunitas Suluh Injil Sekretariat : Jl. Seruni No. 8 Naikoten, Kota Kupang
Telp : +62 8113828074, +62 85239108328.
Email : bethseba0906@gmail.com.