Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Prestasi membanggakan di bidang olahraga ditorehkan oleh Verda Intan Sakira, siswi baru SMP Negeri 1 Pringsewu.
Baca juga: Pembalap Jambi, Banten, dan DKI Jakarta Meriahkan Pringsewu Drag Race Championship 2026
Atlet muda ini sukses menyabet medali perak dalam ajang bergengsi International PBTI Series (Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026) Ksatria Nusantara Lampung yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, Bandar Lampung, 10–12 Juli 2026.
Turun di bawah bendera Gorilas Taekwondo Club Pringsewu, Verda menunjukan dominasinya pada nomor Kyorugi Putri Cadet Pemula Under 51 Kilogram.
Capaian ini menjadi bukti nyata atas konsistensi latihan yang dijalaninya di Dojang Kelurahan Pringsewu Timur.
Kepala SMP Negeri 1 Pringsewu, Subagyo, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan anak didiknya yang langsung mengharumkan nama sekolah di awal tahun ajaran baru tersebut.
"Ini pencapaian luar biasa yang patut dibanggakan. Bukan semata-mata karena medali peraknya, tetapi tentang mentalitas juang seorang atlet muda dan proses panjang hingga ia mampu bersaing di level internasional," ungkap Subagyo, Senin (13/7/2026).
Subagyo berharap prestasi Verda dapat memicu motivasi siswa lain agar berani menggali potensi nonakademik sesuai bakat masing-masing.
Ia berpesan agar Verda tidak cepat puas dan terus mengasah kemampuannya di atas matras.
Sinergi keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin sang pelatih, Sabeum Bela Asri Pratiwi. Menurut Bela, seluruh anak asuhnya telah mengeluarkan performa terbaik di arena pertandingan.
Ia menekankan bahwa esensi menjadi jawara tidak hanya bertumpu pada penguasaan teknik dan fisik, melainkan juga kedisiplinan ketat dalam menjaga pola makan, stamina, hingga manajemen berat badan.
"Semua yang turun bertanding adalah petarung terbaik. Persiapan matang dan pengorbanan mereka selama latihan terbayar lunas."
"Prestasi Verda ini diharapkan menjadi pemantik standar baru bagi regenerasi atlet taekwondo di Kabupaten Pringsewu maupun Provinsi Lampung," pungkas Bela.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)