Tampang Pelaku Teror Bom di SD Negeri di Jagakarsa, Sempat Bikin Geger
Noval Andriansyah July 14, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Jakarta Selatan - Sosok pria berinisial MY (34), pelaku pengirim pesan teror bom yang sempat menggemparkan lingkungan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya diperlihatkan ke publik.

Baca juga: SD Negeri Ini Terima Ancaman Bom Saat MPLS Hari Pertama, Pelaku Teror Ditangkap

Pria yang membuat geger hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut berhasil diringkus polisi di kediamannya tanpa perlawanan.

Berdasarkan pantauan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, MY tampak digiring oleh tim penyidik dengan posisi kepala terus menunduk dalam.

Pelaku terlihat mengenakan kaus polos berwarna merah tua, celana pendek model cargo abu-abu, dengan kedua pergelangan tangan terikat erat menggunakan kabel ties berwarna merah. Wajahnya juga ditutupi dengan masker medis.

Plt. Kanit Krimum Polda Metro Jaya, Ipda Alpino De Tech, menjelaskan bahwa MY ditangkap beberapa jam setelah pesan ancaman tersebut dikirimkan ke pihak sekolah.

“Terduga pelaku berhasil kami amankan pada pukul 12.20 WIB di Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, yang lokasinya tak jauh dari sekolah tersebut."

Aksi teror psikologis ini bermula ketika nomor WhatsApp tidak dikenal mengirimkan pesan ancaman peledakan ke ponsel genggam milik seorang guru kelas dan staf Tata Usaha (TU) secara berturut-turut pada pukul 06.28 WIB dan 07.21 WIB.

Subekti, seorang guru di sekolah tersebut, mengungkapkan bahwa saat ancaman masuk, para murid dan guru sedang melaksanakan upacara bendera.

Demi menjaga situasi agar tetap kondusif dan stabil, pihak sekolah sengaja membiarkan upacara selesai terlebih dahulu sebelum diam-diam melaporkan insiden itu ke pengurus RT dan Polsek Jagakarsa.

"Begitu upacara selesai, anak-anak langsung kami instruksikan mengambil tas dan langsung dipulangkan secara tertib kepada orang tua mereka yang menunggu di depan gerbang. Sekolah kemudian dikosongkan total untuk proses sterilisasi," ungkap Subekti.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan penyisiran menyeluruh di setiap sudut ruangan kelas.

Guna memastikan keamanan total dari material peledak, pihak kepolisian turut menerjunkan Tim Gegana Brimob Polri serta Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror yang memastikan bahwa ancaman bom di 11 titik tersebut adalah hoaks atau nihil.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.