SURABAYA, SURYA.CO.ID - Tim Unit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya membekuk 11 orang pelaku pengeroyokan dan pembacokan dengan korban dua remaja berboncengan motor di kawasan Jalan Kendangsari Industri, Kota Surabaya, pukul 04.10 WIB, pada Senin (22/6/2026) dini hari.
Tindakan brutal dari gerombolan pemotor bermodus konvoi itu menyebabkan satu korban mengalami luka sangat fatal di bagian organ dalam.
Aparat kepolisian langsung bergerak cepat menyisir keberadaan para pelaku setelah mendapat laporan resmi mengenai insiden berdarah itu.
Baca juga: Kampung Kalijudan Diserang Massa Silat 3 Jam, Pak RT Minta Pemkot Tak Izinkan Lagi Kegiatan Serupa
Tragedi pengeroyokan bermula saat rombongan pemotor yang baru pulang dari acara organisasi di luar kota berpapasan dengan korban di persimpangan jalan.
"Kami tangkap 11 orang. 4 dewasa dan 7 anak-anak. Sudah (tersangka anak dititipkan ke Bappas)," ujar Kapolsek Tenggilis Mejoyo, AKP Didik Ary Hendro Setyono saat menjelaskan kepada Luthfie, seperti dalam unggahan media sosial, Senin (13/7/2026).
Pihak berwajib membeberkan bahwa konvoi itu berisi belasan orang yang mengarah dari wilayah Sidoarjo menuju wilayah hukum Surabaya.
"Mereka konvoi habis pengesahan di Juanda. Rombongan 14 orang, dari Sidoarjo mengarah ke Surabaya. Sampai pertigaan Jalan Kutisari ini, berhenti, dan korban lewat 2 orang pakai baju (berlogo kelompok pencak silat lain). Akhirnya dikejar semua geruduk-geruduk, sampai dipalak," katanya.
Satu korban IGN (18) beruntung bisa menyelamatkan diri ke perkampungan, sementara rekannya, korban MRIA (18) menjadi sasaran empuk senjata tajam pelaku.
"Ini dipukuli dulu. Kan 2 orang. 1 orang bisa kabur, yang satunya kritis karena paru-parunya kena satu," pungkasnya.
Baca juga: Kisah Heroik Abah Bendi Amankan Kampung Kalijudan Surabaya Lawan Massa Silat Anarkis
Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dengan tegas mengecam aksi kekerasan jalanan kelompok itu yang dianggap sudah sangat keterlaluan dan mengusik ketenangan warga.
"Acara pengesahan. Kami terpencar rombongan. Ya langsung pembacokan itu. Ya ada yang teriakin itu tadi, 'celeng-celeng' gitu pak. Ya, (korban) gak ada salahnya," ujar Tersangka JF saat diinterogasi Luthfie.
Pengakuan dari salah satu eksekutor yang berdalih tersulut emosi spontan langsung memicu kemarahan mendalam dari pucuk pimpinan kepolisian Surabaya itu.
"Gak ada salahnya kok kamu pukuli? Jadi apa kamu ini? Perilakumu meresahkan orang seantero republik, ketemu orang kepruk, ketemu orang kepruk. Sadar kamu salah ini," ujar mantan Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim itu.
Petugas memastikan proses hukum terus berjalan dan mengejar sisa rombongan pelaku lain yang saat ini diduga masih bersembunyi.
"Mohon waktu, kasus masih kami kembangkan terus," ujarnya saat dihubungi SURYA.CO.ID, pada Senin (13/7/2026).
Saksi mata di tempat kejadian menyebut gerombolan itu memang membekali diri dengan aneka senjata tajam jenis celurit hingga toya besi saat beraksi.
"Soal senjata, setahu saya, bawa sajam 2; kayak celurit 2 buah, royong 1, dan 1 kayu panjang (toya). Jumlah pelaku 15 orang, perkiraan 15 lebih. Naik motor banyak pokoknya. MRIA saya tanyain waktu lapor, mereka pakai baju pencak silat," pungkasnya.