WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Mendalami peran sebagai dokter forensik dalam film terbaru Autopsy: Dead Body Can Talk, aktris senior Massayu Anastasia mendapatkan perspektif baru yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan dan kematian.
Memerankan sosok inspiratif dr. Sumy Hastry Purwanti, Massayu mengakui bahwa profesi dokter forensik memiliki beban tanggung jawab yang luar biasa berat namun penuh kemuliaan.
Bagi aktris berusia 41 tahun ini, dokter forensik adalah "detektif" bagi mereka yang sudah tidak bisa lagi bersuara.
Ia tersentuh dengan dedikasi para ahli forensik yang harus bekerja sangat teliti untuk mengungkap misteri di balik kematian seseorang.
Baca juga: Seram dan Tidak Terlupakan, Jang Hansol Jalani Debut Akting di Film 402 Rumah Sakit Angker Korea
"Pekerjaan dokter forensik sangat mulia. Kalau dokter biasa kita masih bisa tanya keluhannya, kalau ini tidak bisa. Kita harus sedetail mungkin mencari penyebab kematiannya," ungkap Massayu saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Ketertarikan Massayu bahkan melampaui tuntutan naskah.
Ia mengaku begitu terobsesi hingga sempat meminta izin untuk menyaksikan langsung proses autopsi di ruang pemeriksaan.
Pengalaman mendalam selama syuting membuatnya menyadari betapa krusialnya hasil autopsi dalam mengungkap kebenaran yang sering kali disembunyikan.
"Banyak hal yang aku pelajari. Kita jadi tahu bahwa setiap jenazah menyimpan petunjuk penting. Kadang ada kasus yang tampak seperti kecelakaan, ternyata ada fakta lain di baliknya. Hal-hal seperti itu membuka wawasan banget," tambahnya.
Film Autopsy: Dead Body Can Talk yang bergenre forensic psychological thriller ini direncanakan tayang di bioskop mulai 3 September 2026 mendatang.
Lewat film ini, Massayu berharap penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga lebih menghargai profesi forensik yang sering kali bekerja di balik layar demi tegaknya keadilan.