TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Selasa 14 Juli 2026.
Tema renungan hari ini "Bertobat dan Menjadi Percaya".
Renungan hari ini disiapkan untuk hari biasa pekan XI tahun A. Hari Selasa warna liturgi hijau.
Bacaan hari Selasa: Yes 7:1-9; Mzm 48:2-3a.3b-4.5-6.7-8; Mat 11:20-24 dan BcO Ayb 3:1-26.
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Selasa 14 Juli 2026, Butuh Tuhan Ketika Malapetaka Menimpa
Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.
Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,
dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya.
Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata:
Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya,
maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi,
sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi.
Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.
Mazmur Tanggapan
Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.
Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.
Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju;
demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan.
Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.
Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.
Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya.
Bacaan Injil Katolik
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
Tetapi Aku berkata kepadamu, pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
Tetapi Aku berkata kepadamu, pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."
Renungan Harian Katolik
"BERTOBAT DAN MENJADI PERCAYA"
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya (Mat 11:20)
Yes 7:1-9 Mzm 48:2-8 Mat 11:20-24
---o---
Dalam kehidupan ini, kita mengalami berbagai peristiwa: ada sukacita dan ada dukacita. Namun, banyak orang hanya ingin merasakan sukacita dan menghindari dukacita. Akibatnya, tidak sedikit yang pada akhirnya hanya sibuk memohon berkat atau mencari mukjizat Tuhan, demi kepuasan dan kepentingan pribadi dan ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, mereka melupakan atau bahkan tidak percaya lagi dengan Tuhan.
Dalam Injil hari ini, Yesus mengecam kota-kota yang tidak mau bertobat meskipun telah melihat banyak mukjizat. Seharusnya, mukjizat itu membuka hati mereka untuk percaya, tetapi hati mereka tetap tertutup.
Melalui sabda ini, Yesus mengingatkan kita agar tidak hanya mencari mukjizat, melainkan memiliki hati yang bertobat dan sungguh kembali kepada-Nya. Tanpa pertobatan, mukjizat sebesar apa pun tidak akan mendekatkan kita kepada Tuhan. Karena itu, marilah kita membuka hati, bertobat, dan hidup semakin dekat dengan Tuhan setiap hari. (Fr. Remigius dari Salib, CSE). (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/www.renunganpkarmcse.com/kgg).