Renungan Katolik Hari Ini Selasa 14 Juli 2026, Butuh Tuhan Ketika Malapetaka Menimpa
Gordy Donovan July 14, 2026 08:47 AM

Oleh: Pastor Frans Banusu 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Selasa 14 Juli 2026.

Tema renungan katolik hari ini "butuh Tuhan Ketika Malapetaka Menimpa".

Renungan katolik hari ini disiapkan untuk hari biasa pekan XI tahun A. Hari Selasa warna liturgi hijau.

Bacaan hari Selasa: Yes 7:1-9; Mzm 48:2-3a.3b-4.5-6.7-8; Mat 11:20-24 dan BcO Ayb 3:1-26.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Selasa 14 Juli 2026, Celakalah Engkau

Bacaan Pertama:

Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.

Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,

dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya.

Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata:

Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya,

maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi,

sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi.

Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.

Mazmur Tanggapan

Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.

Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju;

demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan.

Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.

Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.

Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya.

Bacaan Injil Katolik

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

Tetapi Aku berkata kepadamu, pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

Tetapi Aku berkata kepadamu, pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."

Renungan Harian Katolik

"Butuh Tuhan Ketika Malapetaka Menimpa"


(Yes. 7:1-9; Mzm. 48:2-3a.3b-4.5-6.7-8; Mat. 11:20-24).

"Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida!" (Mat. 11:21).

Pada zaman Yesus, ada kota-kota tertentu yang disebut kafir dan amat tersohor dengan kelalimannya, seperti kota Tirus dan Sidon. Kedurhakaan dan kekejaman mereka lakukan karena tiadanya pewartaan keselamatan, ini menurut pandangan Yesus. Yesus sendiri mengakui bahwa jika mereka dekat dan mendengar Yesus pasti mereka bertobat. 

Yesus menyentil kebenaran ini, tiada keselamatan tanpa pertobatan sejati dalam hidup. Kehadiran Yesus dengan keajaiban-keajaiban yang dibuat-Nya menandakan bahwa Diri-Nya adalah sumber dan pokok keselamatan. Keberadaan Yesus Mesias mesti direspons dengan metanoia, tobat sejati dan kemauan tulus untuk berubah total. Kota Khorazim dan Betsaida dikecam Yesus, karena kehadiran-Nya dan mukjizat-mukjizat yang diadakan-Nya yang menandakan bahwa sumber keselamatan dan sumber rahmat sudah dekat, namun hati mereka tetap menjauh dari Tuhan. Tiada tobat yang terjadi dan  kemauan untuk berubah dari cara hidup lalim. Manusia yang tegar hati pasti terjebak dan jatuh. Orang arif yang mau bertobat dan berubah pasti mendapat keselamatan sejati dari Tuhan. 

Raja Ahas tertimpa bencana ancaman dari setiap sudut kerajaannya karena dalam berpolitik, ia lupa satu hal mendasar dalam hidupnya sebagai berbangsa terpilih yaitu iman akan Allah. Setelah terjebak dalam kekalahan bahkan bayangan maut yang tak terelakkan, Yesaya Allah utus untuk mengingatkannya agar tetap berpegang teguh pada Tuhan. Terhadap Resin, raja Aram dan Pekah bin Ramalya, raja Israel yang ganas hati menyerang Ahas, datang utusan Allah, nabi Yesaya dengan pesan, " Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang; janganlah takut dan janganlah kecut hati karena kedua puntung api yang berasap ini..." (Yes. 7:4). Karena insyaf dan bertobat segera, maka bangsa Israel mendapat perlindungan dari Tuhan dan meskipun mengalami pelbagai peperangan yang mematikan, mereka tidak kalah. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Lihat, raja-raja datang bersekutu, dan maju serentak menyerang. Demi melihat kota itu, mereka tercengang-cengang, kacau balau lalu lari kebingungan." (Mzm. 48:5-7). Ketika beriman dengan teguh kepada Tuhan dan mengandalkan-Nya, tidak ada yang mustahil dalam hidup. 

Kekhasan manusia beriman, baru ingat Tuhan ketika berada dalam bahaya yang mencekam. Ia mencari Tuhan pada saat merasa bahwa berkat Allah telah hilang dari hidupnya. Apapun alasannya, kehadiran Yesus yang merupakan sumber rahmat dan keselamatan mesti direspons dengan tobat sejati dan berlanjut dengan kemauan tulus untuk berubah. Manusia sombong yang berhati tegar pasti terjebak dan terjatuh.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa/Pekan Biasa XV/A/II, 140726).  (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com//kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.