Bupati Belitung Sebut Distribusi Pertalite Kembali Normal, Djoni: Jangan Panic Buying
suhendri July 14, 2026 09:50 AM

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengatakan, distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Belitung akan kembali normal pada Selasa (14/7/2026).

Hal itu disampaikan Djoni usai menggelar rapat bersama Sales Branch Manager Belitung PT Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq, beserta jajarannya pada Senin (13/7/2026).

Rapat tersebut menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan pertalite di tingkat pengecer di Belitung.

"Hari ini (kemarin–red) sedang proses dibongkar sekitar 350 kl (kiloliter) untuk buffer stock selama 1,4 hari. Menyusul juga kapal 1.800 kl sudah sandar," ujar Djoni kepada Pos Belitung, Senin (13/7/2026).

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying.

Sebab, kata Djoni, stok pertalite sudah normal pada Selasa (14/7/2026) dan langsung didistribusikan ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). 

"Tolong jangan panic buying karena semuanya masih terkendali," ucapnya.

Menurut Djoni, dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Bupati Belitung tersebut sudah dibahas secara keseluruhan mulai dari rantai distribusi hingga stok pertalite.

Dia menyebut permasalahan yang terjadi karena keterlambatan distribusi dari Terminal BBM Tanjung Uban menuju Terminal BBM Belinyu.

Akibatnya, distribusi wilayah Belitung dari Belinyu secara otomatis terganggu.

Kondisi ini dikarenakan faktor cuaca di laut.

"Jadi distribusi di depot besar Tanjung Uban ke Bangka ada keterlambatan. Keterlambatan itu karena cuaca angin tenggara," ujar Djoni.

Namun, lanjut dia, saat ini kapal pengangkut BBM tersebut sudah sandar dan dalam proses pembongkaran.

Rencananya, Djoni bersama rombongan akan melakukan peninjauan ketika Pertamina sudah mendistribusikan BBM ke SPBU.

Sementara itu, Sales Branch Manager Belitung PT Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq,  juga mengimbau agar masyarakat tidak panic buying.

Sebab, stok BBM jenis pertalite masih normal dan akan langsung disalurkan ke seluruh SPBU pada Selasa (14/7/2026).

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying karena secara stok masih aman dan hari ini penyaluran akan kembali normal," kata Rafli.

Ia menambahkan, distribusi BBM ke Belitung berasal dari penyaluran wilayah Belinyu, Kabupaten Bangka.

Sementara itu, distribusi wilayah Belinyu berasal dari terminal Tanjung Uban, Kepulauan Riau.

Kehabisan stok

Dalam dua hari terakhir, kios-kios pengecer pertalite di Belitung kehabisan stok, sementara antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pantauan di lapangan, pengendara roda dua maupun roda empat rela mengantre dalam waktu cukup lama untuk mendapatkan pertalite.

Di sisi lain, sejumlah kios yang biasanya menjual BBM eceran mengaku tidak lagi memiliki persediaan karena kesulitan memperoleh pasokan.

Kelangkaan pertalite tersebut dikeluhkan oleh warga, terutama yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan beraktivitas.

Seorang pengendara kendaraan bermotor, Yanto, mengaku khawatir apabila pasokan pertalite tidak segera kembali normal.

"Sudah dua hari ini susah cari pertalite,” katanya, Senin (13/7/2026).

“Di kios kosong, di SPBU antreannya panjang. Kami khawatir kalau kondisi ini terus berlanjut karena kendaraan dipakai setiap hari untuk bekerja," lanjut Yanto. (dol/tas)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.