SAKSI KATA: Tragedi Truk Rem Blong di Gronggong Cirebon Tewaskan Satu Keluarga, Pelukan Terakhir Ibu
Ravianto July 14, 2026 10:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kawasan tanjakan Gronggong, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon mendadak mencekam pada Senin (13/7/2026) sekira pukul 12.30 WIB.

Sebuah truk pengangkut ribuan botol air mineral yang diduga mengalami rem blong meluncur tak terkendali di jalanan menurun.

Dalam hitungan detik, truk tersebut menerjang tiga sepeda motor dan menghantam sebuah warung makan hingga hancur.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam setelah seorang ibu dan bayi yang didekapnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kabar terbaru mengungkapkan bahwa korban tewas dalam musibah itu menjadi satu keluarga setelah sang suami turut meninggal setelah mendapat perawatan.

Berikut adalah rincian informasi dan fakta di lapangan terkait kecelakaan maut tersebut dalam bentuk tanya jawab (Q&A):

Baca juga: "Istri dan Anak Saya Gimana?" Jerit Suami Korban Truk Maut Gronggong Cirebon

Fakta Kecelakaan

Q: Kapan dan di mana tepatnya kecelakaan maut ini terjadi?

A: Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 12.30 WIB, tepat di ruas Jalan Raya Cirebon-Kuningan, tanjakan Gronggong, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Q: Bagaimana kronologi awal terjadinya tabrakan menurut saksi mata dan kepolisian?

A: Truk bermuatan ribuan botol air mineral melaju dari arah Kuningan menuju Kota Cirebon.

"Itu mobil dari atas (kuningan). Pas di sini ada motor, ada orang, terus ada ibu-ibu sama orang yang lagi beli. Ada bayi juga. Bayi sama perempuan itu meninggal dunia di tempat," ujar Dede, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (13/7/2026).

SAKSI - Dede (34), tetangga pemilik warung yang ditabrak truk pengangkut ribuan botol air mineral di tanjakan Gronggong, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Senin (13/7/2026) siang.
SAKSI - Dede (34), tetangga pemilik warung yang ditabrak truk pengangkut ribuan botol air mineral di tanjakan Gronggong, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Senin (13/7/2026) siang. (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

Dede adalah saksi mata sekaligus rekan pemilik warung Amini, warga Desa Cirebon Girang, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Saat melintasi jalanan menurun di kawasan Gronggong, kendaraan tersebut diduga kuat mengalami rem blong.

Truk kemudian hilang kendali, menabrak pengendara motor, lalu terguling dan menghantam warung di pinggir jalan hingga rusak parah.

Q: Berapa jumlah total korban dalam insiden tragis ini?

A: Berdasarkan data dari Satlantas Polresta Cirebon dan saksi di lokasi, total korban berjumlah lima orang.

"Korban yang meninggal dua. Yang luka-lukanya tiga orang," ucap Dede lagi.

Dua orang meninggal dunia di tempat (seorang ibu dan bayinya), sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka berat dan ringan.

Q: Bagaimana kondisi tragis saat korban ibu dan bayi tersebut dievakuasi?

A: Menurut Dede (34), warga yang ikut membantu evakuasi, saat ditemukan posisi sang bayi masih berada dalam pelukan erat ibunya di atas sepeda motor.

"Posisinya sama ibunya, naik motor, dipeluk. Pas ditemukan masih sama ibunya. Setelah itu bayinya sudah terlepas. Meninggal di tempat," jelas dia.

Namun, benturan keras membuat nyawa keduanya tidak tertolong dan bayi tersebut akhirnya terlepas setelah dipastikan meninggal di tempat.

Q: Siapa saja korban luka lainnya yang berada di lokasi kejadian?

A: Korban luka di antaranya adalah seorang pria (suami dari ibu yang meninggal) yang mengalami luka sobek pada bagian paha namun dalam kondisi sadar.

Sementara dua korban luka lainnya adalah pembeli yang saat itu sedang berhenti untuk makan siang di warung tersebut.

"Yang dua lagi lagi makan. Yang satunya lewat. Total ada tiga motor yang jadi korban," ujarnya.

Q: Bagaimana status hukum dan kondisi sopir truk saat ini?

 A: Kasubnit I Turjawali Satlantas Polresta Cirebon, Iptu Heru Nurcahyo, menyatakan bahwa sopir truk saat ini sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Namun, sang sopir harus menjalani perawatan medis terlebih dahulu di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati akibat luka yang dialaminya.

Q: Langkah apa yang sedang dilakukan kepolisian sekarang?

A: Kasus kecelakaan menonjol ini kini ditangani sepenuhnya oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam, mengumpulkan alat bukti, serta meminta keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan secara ilmiah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.