BNPB Bentuk FPRB di Pangandaran, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Tsunami hingga Banjir
Dedy Herdiana July 14, 2026 12:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana ( FPRB) Kabupaten Pangandaran sebagai upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana di daerah pesisir Pangandaran, Jawa Barat.

Pembentukan forum yang dibarengi dengan kegiatan edukasi kebencanaan itu berlangsung selama dua hari, 14–15 Juli 2026, di hotel horison Palma Pangandaran di kawasan Pantai Barat Pangandaran.

Koordinator Tim Pemberdayaan Sumber Daya Penthalik BNPB, Iis Yulianti, mengatakan pembentukan FPRB merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

"Di Indonesia saat ini telah terbentuk 25 Forum Pengurangan Risiko Bencana tingkat provinsi dan sekitar 50 forum di tingkat kabupaten/kota. Mari kita bersama-sama membangun ketangguhan, karena hampir semua ancaman bencana ada di Indonesia, termasuk di Pangandaran," ujar Iis dalam sambutannya.

Baca juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, Pelajar 13 Tahun di Pangandaran Meninggal Kecelakaan

Menurutnya, Pangandaran dipilih sebagai satu daerah yang perlu memperkuat pengurangan risiko bencana karena memiliki sejarah bencana besar, termasuk tsunami yang melanda pesisir selatan pada 2006.

"Peristiwa tsunami 2006 harus menjadi pembelajaran. Tujuan dibentuknya FPRB adalah agar pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting demi masa depan dan keselamatan anak cucu kita," katanya.

Iis menambahkan, dampak sebuah bencana besar dapat dirasakan dalam jangka waktu yang sangat panjang.

"Butuh waktu puluhan tahun untuk benar-benar pulih setelah diterjang bencana. Karena itu, setelah kepengurusan FPRB terbentuk, kami berharap forum ini segera menyusun rencana kerja yang konkret dan berkelanjutan," ucap Iis.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan pemerintah pusat terus memberikan dukungan dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana.

"Ketika bencana terjadi, semua pihak selalu bahu-membahu. Itulah kekuatan kita dalam penanggulangan bencana," ujarnya.

Tentu, Kabupaten Pangandaran memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi. Berbagai potensi bencana seperti tsunami, gempa bumi, banjir, longsor, cuaca ekstrem, hingga abrasi mengancam wilayah tersebut. 

Hanya bencana gunung meletus yang tidak dimiliki Pangandaran."Risiko bencana di Pangandaran sangat banyak. Karena itu kita harus selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat," kata Dodo.

Menurut Dodo, kehadiran Forum Pengurangan Risiko Bencana menjadi inovasi penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Hal ini dalam upaya mengurangi risiko serta mempercepat penanganan bencana di Kabupaten Pangandaran.

"Dengan adanya FPRB, kami berharap upaya mitigasi, edukasi, dan penanggulangan bencana di Pangandaran dapat dilakukan secara lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan," ujarnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.