TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Seorang pria bernama Harli (55), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan, ditemukan tewas setelah tersangkut di bendungan sementara pada saluran irigasi tersier, Senin (13/7/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang petani, Haryanto alias Gaplek, saat hendak mengalirkan air ke sawahnya.
Saat itu, tubuh korban terlihat tersangkut di bendungan sementara yang berada di saluran irigasi, tepat di dekat lahan persawahan milik saksi.
Melihat kejadian tersebut, Haryanto segera mengangkat korban ke tepi saluran irigasi dan meminta bantuan warga sekitar.
Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah duka sebelum polisi tiba di lokasi.
Kapolsek Belitang II IPTU Toni Aji, S.H., M.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Baca juga: Wanita Pasien ICU RSUD Martapura OKU Timur Diduga Dilecehkan Oknum Nakes, Keluarga Kecewa Respons RS
Ia mengatakan personel Polsek Belitang II langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari keluarga korban.
"Begitu menerima informasi, kami langsung memerintahkan anggota menuju lokasi kejadian. Saat petugas tiba, jenazah sudah dievakuasi warga dan dibawa ke rumah korban. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Purwodadi untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah," ujar IPTU Toni Aji, Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, lanjut kata dia, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Petugas hanya menemukan lecet pada bagian kepala, sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat benda tajam ataupun benda tumpul.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban meninggal akibat tenggelam setelah terpeleset ke saluran irigasi yang memiliki arus cukup deras.
Menurut keterangan keluarga dan warga sekitar, korban diketahui sering mandi dan buang air di saluran irigasi tersebut.
Pada pagi sebelum ditemukan meninggal, adik kandung korban, Mahin, masih sempat melihat Harli berada di rumah sekitar pukul 08.00 WIB dalam kondisi mengeluh sakit dan beristirahat di kamar.
"Informasi yang kami peroleh dari keluarga menyebutkan korban memang sedang sakit, memiliki keterbatasan fisik sejak lahir pada bagian kepala, serta mulai mengalami pikun. Diduga saat berada di saluran irigasi korban terpeleset, kemudian tidak mampu menyelamatkan diri karena kondisi fisiknya dan derasnya arus air," kata IPTU Toni Aji.
Kapolsek menegaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi. Kami menghormati keputusan keluarga setelah memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," jelasnya.
Polisi telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari mendatangi lokasi, memasang garis polisi, memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti berupa kaos hijau yang dikenakan korban, hingga membantu proses pemakaman menggunakan kendaraan patroli Polsek Belitang II.