Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura terus mematangkan berbagai persiapan Festival Danau Sentani (FDS) ke-XV tahun 2026.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan bahwa pelaksanaan FDS ke-XV yang awalnya direncanakan digelar pada 4-5 Agustus 2026, mundur menjadi 3-5 September 2026. Sementara agenda pra-festival akan dimulai pada 20 Agustus 2026.
Mundurnya jadwal dilakukan guna memastikan seluruh persiapan infrastruktur hingga penataan lingkungan berjalan optimal.
Ia menegaskan, persiapan matang dari segala aspek diperlukan agar pelaksanaan FDS ke-XV berlangsung sukses dan memberikan kesan positif bagi setiap pengunjung.
Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Belum Rampung, Festival Danau Sentani Diundur hingga September
"Kami mengakui ada banyak polemik, namun seluruh kesiapan harus terukur. Karena itu, diputuskan puncaknya pada 3–5 September, sedangkan pra-festival dimulai 20 Agustus. Sejak Agustus nanti, berbagai kuliner khas masyarakat sudah mulai dijajakan," ujar Yunus Wonda seusai acara gala dinner sekaligus malam taaruf untuk menyambut peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua tahun 2026 di kediamannya di Jalan Sosial, Distrik Sentani, Senin (13/7/2026) malam.
Selain soal persiapan, Yunus Wonda membeberkan bahwa mundurnya jadwal FDS ke-XV dilakukan demi membangun konektivitas pariwisata lintas wilayah di Papua.
Mulai tahun 2027, FDS direncanakan kembali ke jadwal semula, yaitu 3–6 Agustus.
Pemkab Jayapura berharap Pemerintah Provinsi Papua dapat memfasilitasi integrasi jadwal festival antardaerah—seperti Festival Biak Munara Wampasi, Festival Danau Sentani, Festival Lembah Baliem di Wamena (Papua Pegunungan), hingga Festival Asmat Pokman pada Oktober (Papua Selatan).
"Jika festival-festival ini dikoneksikan secara berkesinambungan, wisatawan domestik maupun mancanegara bisa menikmati paket perjalanan yang lengkap. Kalau kita jalan sendiri-sendiri di spot masing-masing, saya yakin angka kunjungan tidak akan maksimal."
Diketahui, festival antardaerah di Papua digelar dalam waktu yang relatif berdekatan dalam rentang waktu sekitar empat bulan mulai Juli hingga Oktober 2026.
Baca juga: Imbas Penundaan Festival Danau Sentani: Turis Asing Kecewa, Pelaku Wisata Papua Taruhan Karier
Bukan Panggung Politik, tetapi Milik Masyarakat Adat
Yunus Wonda juga menegaskan bahwa FDS ke-XV murni diselenggarakan demi mengangkat perekonomian dan pembangunan daerah, bukan untuk kepentingan politik praktis kepala daerah.
Ia mengajak seluruh masyarakat di berbagai wilayah—mulai dari Sentani Barat, Sentani Timur, Tanah Merah-Moi, hingga pembangunan di Grime Nawa—untuk terlibat aktif mendukung agenda ini.
"Ini adalah event masyarakat adat di Kabupaten Jayapura. Jadi, tidak ada sekat-sekat atau mengkotak-kotakkan. Acara ini milik kita bersama," tegasnya.
Pemkab Jayapura, kata Yunus Wonda, juga berkomitmen mendorong keberlanjutan ekonomi pasca-event FDS ke-XV.
Ia memastikan Dermaga Kalkhote di Distrik Senani Timur, Kabupaten Jayapura tidak menjadi area mati setelah festival berakhir.
Lokasi tersebut akan terus diaktifkan sebagai pusat kuliner tradisional (seperti papeda) dan pasar kerajinan lokal khas Papua guna menjaga perputaran ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Baca juga: Bupati Yunus Wonda Undang Wapres Gibran Hadiri Festival Danau Sentani 2026
Wapres Gibran Dijadwalkan Membuka Festival
Puncak FDS ke-XV rencananya akan dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Yunus Wonda mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah bertemu langsung dengan Wapres pada pekan lalu untuk menyampaikan undangan tersebut.
"Beliau menyampaikan bahwa selama tidak ada agenda kenegaraan yang mendesak di luar negeri, beliau memastikan diri untuk hadir di Festival Danau Sentani," kata Yunus Wonda.
Selain Wapres, pemerintah daerah juga mengundang sejumlah duta besar negara sahabat.
Kehadiran para dubes ini diharapkan dapat membantu mempromosikan potensi wisata Kabupaten Jayapura di kancah internasional pada tahun-tahun mendatang. (*)