Keluarga ABK KMN Entok Asal Lamongan Ikut Pencarian di Perairan Kangean Sumenep
Titis Jati Permata July 14, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, LAMONGAN – Ada yang berbeda dalam operasi pencarian KMN Entok yang hilang kontak di Perairan Sumenep Jawa Timur, saat melaut pada hari ke-40, Selasa (14/7/2026). 

Untuk pertama kalinya, perwakilan keluarga anak buah kapal (ABK) turut diberangkatkan bersama tim SAR gabungan menuju Perairan Kangean, lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan kapal.

Langkah ini difasilitasi Satpolairud Polres Lamongan sebagai bentuk transparansi sekaligus memberi kesempatan kepada keluarga korban menyaksikan langsung proses pencarian yang selama ini terus dilakukan.

Komitmen Keterbukaan

Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur menginisiasi pelibatan keluarga korban sebagai bagian dari komitmen keterbukaan dalam operasi yang melibatkan berbagai unsur SAR dan instansi maritim.

Dua perwakilan keluarga korban, Amin Kasmanto dan Slamet, berangkat pada pukul 07.00 WIB menggunakan KN SAR 249 Permadi, kapal cepat milik Basarnas Kantor SAR Kelas A Surabaya. 

Baca juga: BREAKING NEWS Kapal Nelayan Lamongan Hilang Kontak di Perairan Kangean Sumenep, Angkut 20 ABK

Kapal sepanjang 40 meter tersebut dilengkapi sistem navigasi canggih dan mampu melaju hingga 30 knot untuk menyisir area pencarian di Perairan Kangean.

Selain personil Basarnas, operasi gabungan juga melibatkan dua personil ABK Kapal Baharkam Mabes Polri, dua personel SAR Ditpolairud Polda Jawa Timur, PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan), perwakilan keluarga korban KMN Entok, serta Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Lamongan, yang diwakili Nurwakhid.

Kehadiran keluarga korban dalam operasi ini diharapkan dapat memberikan keyakinan bahwa seluruh proses pencarian dilakukan secara terbuka, sekaligus memperkuat koordinasi antara aparat dan keluarga korban.

HNSI Apresiasi Pelibatan Keluarga Korban

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Sukri Sulatim, menyambut positif langkah Satpolairud Polres Lamongan dan Basarnas yang melibatkan perwakilan keluarga dalam operasi pencarian KMN Entok.

Menurutnya, keikutsertaan keluarga korban menjadi bukti bahwa proses pencarian dilakukan secara terbuka sekaligus memberikan kepastian kepada pihak keluarga mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan tim SAR gabungan.

Baca juga: UPDATE Pencarian Kapal Nelayan Lamongan yang Hilang di Kangean Sumenep, Basarnas Lakukan Ini

"Kami mengapresiasi Satpolairud Polres Lamongan, Basarnas, Ditpolairud Polda Jatim, Baharkam Polri, serta seluruh unsur yang hingga hari ke-40 masih terus berupaya melakukan pencarian. Keterlibatan perwakilan keluarga dalam operasi ini menjadi bentuk transparansi dan kepedulian agar keluarga mengetahui secara langsung proses pencarian yang dilakukan di lapangan," ujar Sukri.

Ia berharap operasi pencarian dapat membuahkan hasil dan seluruh personel yang bertugas tetap diberikan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan di Perairan Kangean.

"Semoga ikhtiar bersama ini segera membuahkan hasil dan keluarga korban memperoleh kepastian. Kami juga mendoakan seluruh personel yang bertugas dalam operasi pencarian selalu diberikan keselamatan dan kelancaran," ujarnya.

Satpolairud Koordinasikan Operasi Gabungan

Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengatakan, Satpolairud Polres Lamongan terus bersinergi dengan Basarnas, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Baharkam Polri, serta seluruh unsur terkait untuk memaksimalkan pencarian KMN Entok.

Baca juga: Misteri Hilangnya KMN ENTOK dengan 20 Nelayan Lamongan, Posko Terpadu Resmi Dibentuk

"Kasat Polairud Polres Lamongan terus menginisiasi dan mengoordinasikan operasi pencarian bersama terhadap KMN Entok. Dengan melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk perwakilan keluarga korban, diharapkan proses pencarian dapat berjalan maksimal, terutama di wilayah yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan kapal. Kami berharap seluruh upaya ini dapat segera membuahkan hasil," ujar Hamzaid.

Hilang Kontak

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Satpolairud Polres Lamongan dengan melakukan koordinasi bersama sejumlah instansi maritim.

Petugas jaga Satpolairud Polres Lamongan menerima laporan pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Laporan disampaikan Ketua Rukun Nelayan (RN) Desa Blimbing, Nur Wakhit, bersama pemilik kapal KMN ENTOK, Andik.

"Dalam laporan tersebut disebutkan, keberadaan KMN ENTOK tidak diketahui dan kapal tersebut mengalami hilang kontak setelah berangkat melaut, " kata Kasatpolairud Polres Lamongan, AKP Guntur melalui Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, Kamis (2/7/2026).

Angkut 19 ABK dan Satu Nahkoda

KMN ENTOK dengan identitas kapal GT 35 No.1163/Kd diketahui dinakhodai Siswanto (45) dengan membawa 19 anak buah kapal (ABK).

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan, pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB dengan tujuan wilayah Perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.