Polda Jambi Atensi Soal PETI, Imbas Bareskrim Diusir saat akan Razia Tambang Emas Ilegal di Merangin
Suci Rahayu PK July 14, 2026 03:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah aksi pengusiran Tim Bareskrim Polri oleh warga di wilayah penambangan emas tanpa zzin (PETI) di Kabupaten Merangin pada Kamis (9/7/2026) lalu, pengusiran ini menjadi atensi khusus bagi Polda Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan bahwa setelah kejadian tersebut tim langsung melakukan konsolidasi.

"Kita akan sampaikan lagi nanti setelah ada hasil konsolidasi," kata Erlan pada Selasa (14/7/2026).

Dia mengatakan tim Bareskrim Polri yang berjumlah sekitar enam sampai tujuh orang tersebut memilih mundur untuk menghindari bentrok dengan warga.

Lebih lanjut, Erlan menegaskan bahwa selain penindakan terhadap warga. Dia juga mengatakan akan menindak tegas bila ada oknum polisi yang terlibat pada aktivitas tersebut.

"Pimpinan Polri bertindak tegas, bila ada ditemukannya oknum yang terlibat akan ditindak tegas," ujarnya.

Sebelumnya, Tim Bareskrim Polri turun ke Jambi, tepatnya ke Kabupaten Merangin untuk melakukan razia tambang emas ilegal pada Kamis (9/7/2026).

Namun pada saat akan ke lokasi penambangan yang berada di Desa Tanjung Putus, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, petugas dihadang oleh sejumlah orang.

Baca juga: Mahfud MD Deteksi Aroma Perang Proksi dan Kompromi Politik di Balik Kasus Febrie

Baca juga: Daftar Lokasi Tambang Emas Ilegal di Kawasan Unesco Global Geopark Merangin 

Tim dari Bareskrim Polri telah telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

Namun, terjadi perlawanan dari sejumlah orang yang diduga adalah warga setempat.

Akibat peristiwa tersebut, tim gabungan memilih mundur dan akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu.

Hal tersebut terlihat pada video yang beredar dengan durasi sekitar 1 menit 54 detik.

Dalam video itu, memperlihatkan aksi saling dorong antara petugas dan warga.

Di mana terlihat polisi dengan rompi dilengkapi senjata laras panjang tengah bernegosiasi dengan beberapa warga.

Terlihat bahwa warga melakukan aksi penolakan dan mengusir petugas.

Sementara itu, suasana di lokasi tersebut terlihat ramai. Tidak hanya warga laki-laki, emak-emak hingga anak-anak juga terlihat berada di sana.

Kawasan dalam video tersebut diduga merupakan area PETI. Sejumlah alat berat juga terlihat berada di lokasi. (Tribunjambi.com/ Srituti Apriliani Putri)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Trump Deklarasikan AS Penjaga Selat Hormuz, Iran Tolak Bayar Upeti ke Musuh

Baca juga: Temuan BPK TA 2024-2025 Menurun, Inspektur Merangin Sebut Bupati Minta Tak Ada Temuan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.