BANJARMASINPOST.CO.ID - Perjuangan Timnas Indonesia untuk mengukir sejarah baru di kancah Asia Tenggaradi ajang Piala AFF 2026 bakal segera dimulai lewat tayangan siaran langsung RCTI pada malam hari.
Skuad Garuda dijadwalkan bakal melakoni bentrokan sengit kontra tim-tim kuat tradisional mulai dari Vietnam hingga Singapura di babak fase grup.
Demi mematangkan taktik permainan, tim kepelatihan langsung menggeber persiapan lewat pemusatan latihan intensif (TC) dalam beberapa pekan terakhir.
Agenda TC skuad Garuda yang digelar di Bali sejak tanggal 5 hingga 11 Juli 2026 kemarin dilaporkan mulai menunjukkan progres yang sangat positif.
Baca juga: Live RCTI Malam Hari! Ini Jadwal Siaran Piala AFF 2026, Timnas Indonesia vs Vietnam Hingga Singapura
Setelah digenjot latihan berat hampir sepekan, kondisi fisik dan ritme permainan para punggawa Garuda perlahan kembali ke level terbaiknya.
Salah satu pilar lini belakang Timnas, Rizky Ridho, mengakui dirinya merasakan langsung dampak positif dari menu latihan berat yang disajikan tim pelatih.
Bek andalan Persija Jakarta berusia 24 tahun itu menilai seluruh program garapan sang juru taktik, John Herdman, berjalan sangat mulus tanpa kendala.
Progres bagus ini menjadi modal berharga bagi skuad Garuda sebelum bertolak menghadapi ketatnya persaingan ASEAN Championship 2026 mulai 24 Juli nanti.
"Alhamdulillah semuanya lancar. Kami jalani proses bertahap setelah libur kompetisi, lalu kumpul lagi demi persiapan Piala AFF," ujar Rizky Ridho.
"Sejauh ini program latihan berjalan baik dan anak-anak menunjukkan perkembangan positif untuk bekal bertanding nanti," tambah sang pemain bertahan.
Persaingan memperebutkan posisi utama dipastikan memanas karena dari 50 nama yang dipanggil TC, hanya 26 pemain yang dibawa ke skuad final.
Kondisi tersebut otomatis memicu atmosfer kompetitif di setiap sesi latihan demi menarik perhatian pelatih agar bisa menembus skuad inti Garuda.
Pada pekan pertama TC, John Herdman dan jajaran asistennya memang lebih memprioritaskan pemulihan kebugaran fisik dasar seluruh anggota timnas.
Meski begitu, porsi latihan fisik tetap dipadukan dengan pemahaman prinsip taktik dasar yang bakal menjadi identitas baru gaya bermain timnas.
Rizky Ridho mengaku sangat terbantu karena pemaparan taktik dari pelatih baru disampaikan secara mendetail sehingga mudah dipahami di lapangan.
"Pekan pertama fokus fisik, tapi latihan tetap pakai bola dan disisipkan taktik dari pelatih agar kami langsung paham skema bermain," jelasnya.
"Instruksi pelatih sangat jelas. Saya dan teman-teman di timnas berusaha mempraktikkannya secepat mungkin saat latihan," sambung Ridho lagi.
Gelaran Piala AFF 2026 kali ini kembali mengusung misi besar untuk mengakhiri kutukan spesialis runner-up yang selama ini melekat pada Indonesia.
Setelah enam kali merasakan pahitnya kalah di partai final, edisi tahun ini ditargetkan menjadi momentum emas untuk membawa pulang trofi perdana.
Pada edisi kali ini, Indonesia masuk ke dalam Grup A bersama tim kuat Vietnam, Singapura, Kamboja, serta tim non-unggulan Timor Leste.
Melihat peta kekuatan grup yang cukup merata, persaingan sengit dipastikan langsung tersaji sejak pertandingan pertama babak penyisihan dimulai.
Walau jalan yang ditempuh dipastikan terjal, Rizky Ridho menegaskan seluruh elemen tim memiliki keyakinan penuh untuk bisa keluar sebagai kampiun.
"Insyaallah target kami juara kali ini. Bismillah, kami semua akan berjuang mati-matian di atas lapangan untuk mewujudkannya," tegas Ridho.
"Kami wajib selalu optimis, percaya dengan kemampuan tim sendiri, dan memberikan penampilan 100 persen di setiap laga," tutup bek tangguh itu.
Bagi pencinta sepak bola nasional, perjuangan penuh keringat skuad Garuda di fase grup ini bisa disaksikan gratis melalui layar kaca RCTI.
(Sumber: Kompas / Dokumentasi PSSI)
Baca juga: Maldini Bidik Pep Guardiola Masuk Radar Timnas Italia, Eks Barito Putera: Pakem Catenaccio Punah
Mantan pemain Timnas Indonesia yang juga eks Barito Putera Banjarmasin, Rony Beroperay memberikan pendapatnya soal ajang Piala AFF 2026.
Menurut dia John Herdman bawa perubahan besar. Skema fisiknya berat tapi bikin pemain tidak gampang loyo di menit-menit akhir pertandingan.
"Masuknya nama-nama baru bikin kedalaman skuad kita makin gacor mungkin," kata Rony yang dihubungi Banjarmasinpost.co.id Selasa (14/7/2026) siang .
Persaingan ketat 50 pemain dipangkas jadi 26 nama ini kejam. Kalau bek-bek muda tidak bisa imbangi kecepatan taktik Herdman, posisi bek lokal senior bisa langsung dicoret dari daftar terbang.
Skema transisi cepat khas Herdman ini butuh fisik prima. Risikonya, dengan masa persiapan yang mepet setelah masa libur, pemain rawan cedera otot kalau terlalu dipaksakan di laga pembuka."
Dampak Taktik John Herdman, Kecocokan Skema Fisik, dan Ambisi Akhiri Kutukan Runner-Up
Penunjukan John Herdman sebagai juru taktik anyar Timnas Indonesia membawa angin segar sekaligus revolusi total dalam hal kedisiplinan fisik pemain.
Pelatih asal Inggris ini dikenal sangat cerewet soal detail kebugaran atletik sebelum masuk ke ranah strategi taktik yang rumit.
Pola permainan high-pressing yang ia rancang menuntut para pemain depan hingga belakang untuk terus bergerak aktif menutup ruang gerak lawan sepanjang 90 menit penuh.
Ajang ASEAN Championship 2026 ini menjadi panggung pembuktian krusial bagi generasi emas sepak bola Indonesia untuk lepas dari bayang-bayang spesialis juara dua.
Struktur skuad yang diisi kombinasi pemain lokal berpengalaman seperti Rizky Ridho dinilai sangat pas untuk meredam agresivitas lawan di fase grup.
Karakter bermain timnas yang kini lebih berani memegang bola diyakini bakal menyulitkan tim kuat seperti Vietnam dan Singapura.
Risiko Kelelahan di Fase Gugur
Namun, intensitas latihan fisik yang sangat tinggi selama masa pemusatan latihan di Bali kemarin menyisakan risiko kelelahan ekstrem saat turnamen sesungguhnya bergulir.
Turnamen dengan format kandang-tandang yang padat menuntut kejelian tim pelatih dalam melakukan rotasi pemain agar performa tim tidak merosot tajam.
Jika manajemen pemulihan kondisi fisik tidak berjalan maksimal, mimpi merengkuh trofi juara perdana bisa kembali buyar di tengah jalan.
(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)