Bertemu Bupati Aceh Tengah, Reje Keramat Mupakat Paparkan Inovasi Desa Berbasis Ketahanan Pangan
Mawaddatul Husna July 14, 2026 01:53 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com.TAKENGON – Reje Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Iman Ahmadi SPd I melangsungkan pertemuan dengan Bupati Aceh Tengah, Drs Haili Yoga MSi, di RSUD Datu Beru Takengon pada Senin (13/7/2026). 

Pertemuan yang berlangsung di RSUD Datu Beru Takengon sejalan dengan agenda Bupati yang saat itu tengah berkantor di rumah sakit daerah tersebut untuk memimpin peninjauan kedisiplinan serta pelayanan kesehatan secara langsung. 

Momentum tersebut dimanfaatkan secara khusus oleh Iman Ahmadi untuk melaporkan progres pembangunan sekaligus memaparkan sejumlah terobosan inovasi yang saat ini sedang digulirkan di tingkat pemerintahan kampung.

Dalam kesempatan itu, Iman menyampaikan bahwa berbagai gagasan segar dalam program pembangunan ini lahir setelah dirinya mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) di Universitas Indonesia. 

Pembekalan akademis tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan kampung sekaligus merancang inovasi yang aplikatif dan tepat sasaran bagi kebutuhan masyarakat.

Rencana Penataan Kawasan IPAL

Salah satu program unggulan yang dipaparkan adalah rencana penataan kawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk ditransformasikan menjadi zona hijau yang produktif.

Kawasan yang awalnya pasif tersebut didesain menjadi pusat ketahanan pangan terpadu dengan menggabungkan budidaya sayur-mayur dan perikanan air tawar. 

Menariknya, lokasi ini akan menerapkan konsep pasar segar, di mana masyarakat atau pengunjung dapat menikmati hasil panen langsung dengan sistem petik sendiri di tempat.

"Kami mengonsepkan kawasan IPAL ini sebagai pusat ketahanan pangan mandiri dengan menggabungkan budidaya sayur-mayur dan perikanan air tawar.

Menariknya, nanti akan ada konsep pasar segar dengan sistem petik langsung di lokasi," ujar Iman Ahmadi saat memaparkan programnya di hadapan Bupati.

Selain fokus menunjang ketahanan pangan mandiri, kawasan zona hijau tersebut juga diarahkan untuk berfungsi ganda.

Yaitu sebagai ruang terbuka hijau publik, sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda, serta destinasi wisata berbasis desa. 

Pemanfaatan lahan secara multifungsi ini diharapkan mampu memicu geliat ekonomi baru dan memberikan dampak kesejahteraan yang langsung dirasakan oleh warga lokal.

Lebih lanjut, Iman menjelaskan bahwa Pemerintah Kampung Keramat Mupakat kini menerapkan metode design thinking dalam menyusun setiap program kerja. 

Pendekatan yang berfokus pada pemecahan masalah nyata masyarakat ini kemudian dikawinkan dengan konsep ekonomi sirkuler. 

Melalui formula ini, seluruh potensi lokal dikelola secara berkelanjutan.

Hal ini agar siklus limbah yang dihasilkan dapat didaur ulang menjadi produk bernilai guna tinggi, sehingga mampu membuka peluang usaha baru bagi warga.

Bupati Aceh Tengah Beri Apresiasi

Mendengar pemaparan komprehensif tersebut, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif yang diambil oleh Pemerintah Kampung Keramat Mupakat. 

Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah memang selayaknya dimulai dari kemandirian desa yang mampu memaksimalkan potensi lokal secara kreatif. 

Ia berharap inovasi ini dapat berjalan konsisten sehingga menghadirkan manfaat nyata secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Sekaligus menjadi pemantik bagi desa-desa lain di dataran tinggi Gayo untuk tumbuh menjadi desa yang inovatif dan berdaya saing tinggi. (*) 

Baca juga: Harga Emas di Aceh Tengah Turun per 13 Juli 2026, Ini Rinciannya

Baca juga: Kedok Normalisasi Sungai, Alat Berat Keruk Emas Ilegal di Linge, Aceh Tengah

Baca juga: Pemkab Aceh Tengah Dampingi Tim Kementerian PU Verifikasi Teknis Lahan Sekolah Rakyat di Pegasing 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.