Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Perum Bulog Kantor Wilayah Bengkulu mencatat kinerja positif dalam pelaksanaan pengadaan gabah dan beras petani pada semester pertama 2026.
Hingga pertengahan tahun, realisasi serapan mencapai 4.050 ton setara beras atau melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepala Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Doddy Syahrial, mengatakan target pengadaan yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk Provinsi Bengkulu pada musim tanam pertama 2026 berada di kisaran 3.100 ton setara beras.
Namun, berdasarkan hasil pelaksanaan di lapangan, Bulog mampu melampaui sasaran tersebut dengan capaian sekitar 4.050 ton setara beras.
“Alhamdulillah target yang diberikan kepada Bengkulu sudah berhasil kami lampaui. Serapan tersebut berasal dari hasil panen petani pada musim tanam pertama tahun 2026,” ujar Doddy, saat diwawancara Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa proses penyerapan gabah dan beras hasil panen petani di Bengkulu berjalan dengan baik.
Selain memberikan kepastian pasar bagi petani, keberhasilan tersebut juga memperkuat ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog.
Stok tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan mendukung ketahanan pangan di Provinsi Bengkulu.
Meski target semester pertama telah terlampaui, Bulog Bengkulu belum menghentikan proses pengadaan.
Saat ini, pihaknya mulai mempersiapkan penyerapan hasil panen pada musim tanam kedua yang masih berlangsung di sejumlah wilayah sentra produksi padi.
Doddy menjelaskan, potensi panen pada semester kedua masih cukup besar sehingga diharapkan mampu menambah volume pengadaan beras pemerintah.
Berdasarkan proyeksi dari Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, masih terdapat peluang tambahan serapan sekitar 1.000 hingga 1.200 ton setara beras hingga akhir tahun.
Dengan potensi tersebut, Bulog Bengkulu optimistis total serapan gabah dan beras sepanjang tahun 2026 dapat mencapai kisaran 5.500 hingga 6.000 ton setara beras.
Menurut Doddy, optimalisasi penyerapan hasil panen petani akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ketika diperlukan.
Selain menjaga ketahanan pangan daerah, cadangan beras yang tersedia juga dipersiapkan untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat apabila kembali mendapat penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada sisa tahun 2026.
Bulog Bengkulu berharap sinergi bersama pemerintah daerah, Dinas Pertanian, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan agar penyerapan hasil panen petani semakin optimal.
Dengan demikian, kesejahteraan petani tetap terjaga sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Provinsi Bengkulu.