Serupa tapi tak sama, ternyata susu kental manis dan susu evaporasi punya fungsi berbeda. Berikut penjelasannya.
Susu kental manis dan susu evaporasi menjadi dua bahan yang sering digunakan dalam berbagai minuman maupun masakan. Mulai dari teh tarik, kopi, hingga aneka dessert, keduanya mampu memberikan rasa dan tekstur yang khas.
Meski sama-sama berasal dari susu sapi, proses pembuatan serta karakteristik keduanya ternyata berbeda.
Dilansir dari SAYS (13/07/2026), susu kental manis dibuat dari susu sapi yang sebagian besar kandungan airnya dihilangkan, kemudian ditambahkan gula dalam jumlah besar.
Proses tersebut menghasilkan tekstur yang lebih pekat sekaligus rasa manis yang kuat. Kandungan gula juga berfungsi sebagai pengawet alami karena mengurangi kadar air yang dibutuhkan mikroorganisme untuk berkembang.
Kreasi roti panggang dengan manfaat susu kental manis. Foto: Shutterstock
|
Umumnya, satu kaleng susu kental manis berisi susu atau padatan susu, gula, serta pada beberapa produk ditambahkan bahan penstabil atau pengemulsi.
Karena kadar gulanya tinggi, susu kental manis lebih sering digunakan sebagai campuran minuman, hidangan penutup, atau berbagai makanan manis.
Sementara itu, susu evaporasi diproses dengan cara yang hampir sama, tetapi tanpa penambahan gula. Susu dipanaskan hingga sekitar 60% kandungan airnya menguap sehingga menghasilkan susu dengan tekstur lebih kental dan cita rasa yang lebih kaya dibandingkan susu segar.
Produk ini umumnya hanya mengandung susu, padatan susu, serta vitamin pada beberapa merek. Karena tidak memiliki rasa manis, susu evaporasi lebih fleksibel digunakan dalam berbagai hidangan, baik manis maupun gurih.
Susu evaporasi. Foto: Getty Images/alvarez
|
Di Malaysia dan Singapura, misalnya, susu evaporasi tidak hanya digunakan sebagai campuran minuman seperti kopi-C, tetapi juga menjadi bahan dalam saus carbonara hingga saus ayam buttermilk untuk menghasilkan tekstur yang lebih lembut tanpa menggunakan krim kental.
Meski sama-sama berasal dari susu sapi, kandungan gizinya tidak sama dengan segelas susu segar. Susu kental manis masih mengandung kalsium dan protein, tetapi juga memiliki kadar gula tambahan yang tinggi sehingga porsinya perlu dibatasi.
Sementara itu, susu evaporasi memang tidak mengandung gula tambahan, tetapi memiliki kalori, protein, lemak, dan laktosa yang lebih tinggi per takaran saji karena nutrisinya lebih terkonsentrasi.
Kedua produk ini tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang jika dikonsumsi secukupnya. Susu kental manis sebaiknya cukup digunakan sebagai pelengkap makanan manis, sedangkan susu evaporasi bisa digunakan sewajarnya dan bukan sebagai pengganti langsung susu segar.







