Tolak Malu Soal Angka HIV, Bupati Jayawijaya Perintahkan Bongkar Data Riil
Marius Frisson Yewun July 14, 2026 02:28 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA – Bupati Jayawijaya Athenius Murib bersama Wakil Bupati Ronny Elopere meninjau Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Jalan Pikhe, Wamena, Senin (13/7/2026) sore. 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga menyerahkan dana hibah Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 18 puskesmas dan kelompok kerja (Pokja) sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan HIV/AIDS di daerah itu.

Bupati Athenius Murib mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali aktivitas Kantor KPA Jayawijaya yang sempat vakum beberapa waktu lalu sekaligus memperkuat berbagai program penanggulangan HIV/AIDS melalui kepengurusan baru KPA yang dipimpin Ketua Harian Tonius Wenda.

Baca juga: Pemkab Jayapura Matangkan Persiapan Festival Danau Sentani, Bidik Peningkatan Ekonomi dan Wisata

"Tahun ini kami pemerintah mengatur kepengurusan baru di bawah kepemimpinan saudara Tonius Wenda dan kawan-kawan, melibatkan semua LSM, Dinas Kesehatan, perawat, susteran (biarawati), dan semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi Jayawijaya," ujar Athenius.

Menurutnya, kepengurusan baru tersebut telah mulai menata kembali berbagai kegiatan penanggulangan HIV/AIDS selama tiga bulan terakhir. 

Bupati mengakui pemerintah daerah belum maksimal dalam melakukan penanggulangan HIV/AIDS. Namun tetap berkomitmen memberikan dukungan kepada para tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pendampingan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Baca juga: Owen Rahadiyan Pastikan Persipura Jayapura Bakal Punya Pelatih Baru

"Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap mendukung gerakan ini. Teman-teman di lapangan terus memberikan harapan hidup melalui pengobatan, edukasi, pembinaan, hingga memastikan konsumsi obat agar mereka dapat bertahan hidup," katanya.

Athenius juga meminta ketua KPA bersama seluruh pengurus segera melakukan pendataan dan pemetaan kasus HIV/AIDS secara akurat di seluruh wilayah Jayawijaya.

"Kita ingin data yang benar. Kalau memang di Jayawijaya jumlah kasusnya ribuan, tidak apa-apa. Kita tidak perlu malu mengumumkan kenyataan tersebut karena itulah yang harus kita tangani secara serius," tegasnya.

Ketua Harian KPA Kabupaten Jayawijaya, Tonius Wenda, mengungkapkan bahwa sejak ditunjuk pada April 2026, dirinya bersama tim berupaya membenahi kantor KPA sekaligus melakukan pendataan kasus HIV, termasuk pasien yang Lost to Follow Up (LFU) atau pasien yang terputus dari pengobatan.

Baca juga: Papan Larangan Satpol PP Belum Mempan Atasi Sampah Skyland

"Satu bulan habis dan sisa satu bulan, Tuhan menolong sehingga hari ini bapak-bapak bisa melihat kantor ini sudah berubah. Kami juga berhasil menjangkau puskesmas yang sangat jauh hingga ke Wolo sehingga data pasien yang kami peroleh semakin konkret. Ke depan kami ingin mengetahui secara pasti kondisi HIV/AIDS di Jayawijaya," ujar Tonius.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah banyaknya pasien dari kabupaten lain yang menjalani pengobatan di Jayawijaya sehingga diperlukan koordinasi lintas daerah.

"Kami berharap ada kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memetakan pasien dari kabupaten lain, sehingga kami bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal agar mereka juga bertanggung jawab terhadap warganya," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.