TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Tuntutan perlindungan masyarakat adat dan lingkungan hidup dari bayang-bayang militerisme kembali bergema di Manokwari, Papua Barat, Selasa (14/7/2026).
Pantauan TribunPapuaBarat.com, massa yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak bersiap menggelar konvoi keliling kota.
Sejak pukul 12.00 WIT, mereka mulai berkumpul di depan Kampus Universitas Papua (Unipa), Kelurahan Amban, Manokwari.
Peserta aksi membawa berbagai perlengkapan, di antaranya puluhan salib berwarna merah, pamflet, serta kendaraan roda dua yang akan digunakan dalam konvoi.
Baca juga: Aksi Solidaritas Tolak PSN dan Milierisme di Manokwari Dikawal Ketat Aparat
Sejumlah pamflet memuat pesan-pesan kritis, seperti “Papua Bukan Tanah Kosong”, “Adakah Keadilan untuk Orang Papua?”, “Kembalikan 122.931 Jiwa Pengungsi di Seluruh Tanah Papua”, hingga “Papua Krisis Kemanusiaan, Bukan Ketuhanan”.
Sebelum konvoi dimulai, massa tampak melakukan persiapan teknis di lokasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan akan melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Manokwari.