TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Polisi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mamuju Tengah mengambil sampel air dan lumpur dari lokasi semburan misterius di Desa Polongaan, Kecamatan Tobadak, Selasa (14/7/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab munculnya semburan yang menghebohkan warga dalam beberapa hari terakhir.
Sampel yang diambil akan diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan air, lumpur, maupun kemungkinan adanya gas berbahaya.
Baca juga: Besok Senyum-senyum Sendiri! Taurus dan Libra Diprediksi Panen Cinta, Karier Ikut Ngebut
Baca juga: Cegah Radikalisme dan Kekerasan Anak, Dirreskrimum Polda Sulbar Supervisi Personel Polres Mamasa
Kapolsek Tobadak IPTU Budi Wijanarko mengatakan pengambilan sampel merupakan bagian dari penanganan awal yang dilakukan bersama instansi terkait sebelum menentukan langkah lanjutan.
"Hari ini kami bersama pihak terkait dari Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD telah mengambil sampel air dan lumpur dari lokasi semburan," ujar IPTU Budi saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com.
Menurutnya, hasil uji laboratorium diperkirakan baru akan diterima sekitar sepekan ke depan.
Pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan apakah semburan mengandung gas berbahaya atau material lain yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Sembari menunggu hasil pemeriksaan, aparat kepolisian bersama BPBD terus melakukan pemantauan di lokasi.
Warga juga diminta tidak mendekati area semburan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, semburan air bercampur lumpur itu berasal dari titik sumur bor yang dibuat warga untuk memenuhi kebutuhan irigasi persawahan.
Pengeboran dilakukan karena kawasan tersebut tengah mengalami musim kemarau dengan curah hujan yang rendah.
Sebelumnya, tim gabungan bersama warga telah melakukan penanganan darurat dengan menimbun titik semburan menggunakan pasir, tanah, dan batu.
Upaya itu berhasil menghentikan keluarnya air dan lumpur ke permukaan, meski dari dalam sumur masih terdengar suara gemuruh sehingga lokasi tetap berada dalam pengawasan petugas.(*)