SPBU Kedaton Bandar Lampung Salurkan B50 Tanpa Keluhan Konsumen
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 14, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – SPBU 24.351.36 Kedaton, Bandar Lampung mulai menyalurkan bahan bakar diesel B50 sebagai pengganti B40 sejak Kamis, 9 Juli 2026.

Baca juga: SPBU Sudirman Bandar Lampung Salurkan B50 Pengganti Biosolar B40

 Hingga saat ini, proses penyaluran BBM tersebut berjalan lancar tanpa adanya keluhan dari masyarakat maupun pengguna kendaraan.

Pengawas SPBU Kedaton, Utomo, mengatakan pasokan B50 telah diterima sesuai jadwal dan saat ini didistribusikan kepada konsumen. 

Menurutnya, kuota yang diterima SPBU Kedaton sama seperti SPBU lainnya, yakni sekitar 16 kiloliter (KL) per hari.

"Penyaluran B50 mulai masuk sejak tanggal 9. Kuotanya sekitar 16 KL per hari, sama seperti SPBU lainnya," ujar Utomo.

Sebagai salah satu SPBU yang berada di kawasan padat aktivitas di tengah Kota Bandar Lampung, kebutuhan solar di SPBU Kedaton tergolong tinggi. 

Utomo menyebut kuota harian tersebut umumnya habis dalam satu hari karena tingginya permintaan dari masyarakat.

"Kalau melihat kondisi di sini, biasanya 16 KL habis dalam sehari. Tingginya mobilitas kendaraan membuat permintaan cukup besar," katanya.

Meski demikian, ia memastikan stok tetap aman selama distribusi dari terminal BBM berjalan lancar. 

Jika ada keterlambatan pasokan hanya bergantung pada jadwal pengiriman.

"Kalau pengirimannya cepat tentu stok aman. Namun kadang pengirimannya terlambat, baru datang malam hari," jelasnya.

Terkait penggunaan B50 yang merupakan campuran biodiesel berbahan baku minyak sawit dengan komposisi lebih tinggi dibandingkan B40, Utomo mengatakan hingga kini belum ada laporan ataupun komplain dari konsumen mengenai performa kendaraan setelah menggunakan bahan bakar tersebut.

"Hingga saat ini belum ada keluhan dari masyarakat. Kalau nanti ada komplain tentu akan kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan pihak terkait," ungkapnya.

Ia juga menegaskan harga B50 masih tetap sama dan belum mengalami perubahan. 

Saat ini harga solar bersubsidi masih berada di angka Rp6.800 per liter sesuai ketentuan pemerintah.

Menurut Utomo, berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, B50 dapat digunakan oleh berbagai jenis kendaraan diesel. 

Namun, pihak SPBU tetap akan memantau perkembangan apabila nantinya muncul laporan dari konsumen.

"Sejauh ini belum ada masalah. Kemungkinan masyarakat juga masih dalam tahap penyesuaian karena peralihan dari B40 ke B50 baru berlangsung," tutupnya.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.