TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebuah ledakan besar yang terjadi di Bandara Internasional Abha, Arab Saudi, terekam kamera dan menjadi sorotan publik.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (13/7/2026) itu diduga berkaitan dengan serangan yang dilancarkan kelompok Houthi dari Yaman.
Dalam video yang beredar, tampak sebuah ledakan besar terjadi di area bandara.
Rekaman tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu perhatian luas di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari AP News, serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran.
Houthi dilaporkan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke Bandara Internasional Abha sebagai respons atas serangan udara yang mereka tuduhkan dilakukan Arab Saudi terhadap Bandara Internasional Sanaa di Yaman.
Meski ledakan sempat menimbulkan kepanikan, laporan awal menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Baca juga: Peran Gus Miftah Disinggung di Sidang Korupsi Jalur Kereta, Jaksa Singgung Kasus Penjual Es Teh
Serangan ini dinilai menjadi salah satu eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Ketegangan di kawasan kembali meningkat setelah aksi saling serang yang melibatkan kedua pihak.
Situasi tersebut juga menambah kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di wilayah Timur Tengah, terutama di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Hingga kini, perkembangan situasi masih terus dipantau, sementara insiden di Bandara Internasional Abha kembali menjadi perhatian dunia karena menandai meningkatnya intensitas konflik antara kelompok Houthi dan Arab Saudi.
Para pejabat Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang serangan udara di Yaman.
Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan video di Telegram, memperingatkan maskapai penerbangan agar tidak terbang melalui wilayah udara Saudi.
Mereka juga memperingatkan bahwa serangan ini sebagai balasan atas blokade di Bandara Internasional Sanaa.
Serangan Houthi ke Arab Saudi ini memperluas konflik Timur Tengah.
Sebelumnya perjanjian perdamaian Iran dan AS dipastikan nyaris gagal setelah perang kembali pecah hanya setelah beberapa pekan perjanjian perdamaian.
Baca juga: Kisah Hidup Yuharni di Wonosobo yang Namai Anaknya Muhammad MBG Subianto, Terima Kasih Pak Prabowo
Amerika Serikat dan Iran masing-masing menegaskan pada hari Senin bahwa mereka mengendalikan Selat Hormuz setelah serangkaian serangan selama akhir pekan yang meluas di seluruh Timur Tengah, yang semakin mengancam upaya diplomasi untuk mengakhiri perang.
Bentrokan terbaru dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal kontainer pada hari Minggu di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Amerika Serikat "memperbarui" blokade terhadap Iran di Selat Hormuz dan akan mengenakan biaya kepada kapal-kapal untuk jalur aman.
Ia mengatakan di media sosial bahwa kapal-kapal Iran tidak akan lagi dapat melewati selat tersebut.
Sementara Amerika akan mengenakan biaya tol 20 persen pada kargo yang memenuhi syarat.
(Tribunnewsmaker.com/WartaKotalive.com)