TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Musim bediding kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk kawasan Solo Raya.
Fenomena yang identik dengan udara dingin pada musim kemarau ini menjadi momen favorit bagi banyak orang untuk menikmati wisata alam.
Suhu yang lebih sejuk, langit cerah, dan pemandangan pegunungan yang lebih jelas membuat sejumlah destinasi wisata di Solo Raya semakin menarik untuk dikunjungi.
Baca juga: Rekomendasi Wisata di Klaten, Ada Umbul Gedaren dengan Air Jernih dan Suasana Pedesaan Menenangkan
Bagi Anda yang ingin berburu suasana dingin khas pegunungan, berikut lima rekomendasi wisata di Solo Raya yang cocok dikunjungi saat musim bediding.
Jika berbicara wisata berhawa dingin di sekitar Solo, nama Tawangmangu tentu menjadi destinasi yang paling populer.
Berada di lereng Gunung Lawu, kawasan ini menawarkan udara sejuk sepanjang tahun.
Saat musim bediding, suhu di Tawangmangu bahkan bisa turun cukup drastis, terutama pada pagi dan malam hari.
Ada banyak destinasi yang bisa dikunjungi, mulai dari Grojogan Sewu, Bukit Sekipan, The Lawu Park, hingga Sakura Hills yang menghadirkan nuansa ala Jepang.
Tak lengkap rasanya berkunjung ke Tawangmangu tanpa menikmati secangkir kopi atau teh hangat sambil ditemani kabut pegunungan.
Wisatawan juga dapat mencicipi kuliner khas seperti sate kelinci maupun sate ayam yang cocok disantap saat udara dingin.
Baca juga: 6 Rekomendasi Spot Melihat Gemerlap Lampu Kota di Solo Raya, Cocok Dikunjungi Saat Musim Kemarau
Berada di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, Desa Wisata Selo menjadi salah satu lokasi terbaik menikmati panorama pegunungan saat musim bediding.
Pada pagi hari, kawasan ini kerap diselimuti kabut dan lautan awan yang menciptakan pemandangan bak negeri di atas awan.
Wisatawan dapat menikmati pemandangan dari kawasan New Selo maupun bersantai di berbagai kafe dengan latar belakang Gunung Merapi yang menjulang.
Udara sejuk berpadu panorama alam menjadikan Selo cocok sebagai destinasi untuk melepas penat.
Baca juga: Rekomendasi Wisata di Klaten: Ada Umbul Brintik, Pemandian Mata Air Alami yang Juga Wisata Terapi
Bagi pencinta wisata alam yang lebih tenang, Curug Kemukus di Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, bisa menjadi pilihan.
Air terjun ini masih tergolong tersembunyi sehingga suasananya relatif asri dan jauh dari keramaian.
Saat musim bediding, suhu airnya terasa sangat dingin. Perjalanan menuju lokasi pun menyuguhkan suasana pegunungan dengan pepohonan hijau yang menambah kesan menyegarkan.
Bagi wisatawan yang menyukai petualangan ringan, Curug Kemukus menawarkan pengalaman berbeda dibanding destinasi wisata populer lainnya.
Baca juga: Rekomendasi Wisata Hidden Gem di Boyolali, Air Terjun Kedung Goro Tawarkan Pesona Alam dan Adrenalin
Tak hanya daerah pegunungan, Kabupaten Sukoharjo juga memiliki destinasi menarik untuk menikmati musim bediding, yakni Platar Ombo di Kecamatan Bulu.
Kawasan ini merupakan bentang batuan purba hasil aktivitas vulkanik jutaan tahun lalu yang kini menjadi salah satu titik terbaik menikmati panorama alam.
Saat musim kemarau, langit di Platar Ombo biasanya cerah sehingga wisatawan dapat menikmati pemandangan matahari terbenam tanpa terhalang awan.
Embusan angin yang cukup kencang berpadu dengan panorama sunset menjadikan tempat ini favorit bagi pemburu foto.
Rekomendasi terakhir adalah Ekowisata Kali Talang di Desa Balerante, Kabupaten Klaten.
Destinasi ini dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk melihat Gunung Merapi dari jarak yang relatif dekat dengan aman.
Musim bediding membuat langit di kawasan ini cenderung lebih bersih sehingga puncak Merapi terlihat semakin jelas, terutama pada pagi hari.
Wisatawan dapat menikmati panorama tebing lava, kepulan asap dari puncak Merapi, hingga mengabadikan momen dengan latar belakang gunung yang megah.
Dengan udara sejuk khas pegunungan, Kali Talang menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga maupun teman.
(*)