Pemprov Sumut Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU, Terkendala di Pendistribusian
Randy P.F Hutagaol July 14, 2026 04:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindang ESDM) Sumut Dedi Jaminsyah mengatakan,  antrean yang mengular hampir di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum  (SPBU)  terjadi karena  adanya keterlambatan pendistribusian.

Dedi mengatakan,  pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi hingga hari ini,  Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, apabila 1-2 hari ke depan tetap terjadi antrean panjang, pihaknya akan melakukan sidak ke Pertamina

"Iya kita terus koordinasi dan sudah minta ke Pertamina untuk mengatasi ini. Karena, Gubernur Sumut juga sudah marah. Tapi dari hasil koordinasi ini,  antrean ini disebabkan Adanya keterlambatan distribusi," jelasnya kepada Tribun Medan.

Keterlambatan distribusi ini lanjutnya, mengakibatkan seluruh SPBU se-Kota Medan mengalami kehabisan stok di SPBU tersebut 

"Jadi ini distribusinya masih dalam perjalanan dan tidak lancar. Jadi khususnya di Medan sekitar itu terjadi antrean yang mengular. Jika dalam satu-dua hari ini tetap mengular, kita akan melakukan sidak," ucapnya.

Dedi mengimbau  agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pemprov Sumut, bakal terus mengawal kelancarann dann optimis jika pasokan BBM di Sumut normal.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying serta  membeli BBM sesuai kebutuhan. Kami optimis dengan langkah-langkah percepatan distribusi yang sedang dilakukan. Kondisi pasokan  BBM di Sumut akan segera kembali normal," jelasnya.

Diketahui, Pantauan Tribun Medan dua hari belakang, antrean panjang mengular di seluruh SPBU Kota Medan hingga hari ini.
Misalnya di SPBU jalan Jamin Ginting Kota Medan. Baik kendaraan roda dua hingga roda empat  mengantre untuk mengisi minyak.

Seorang pengendara Imam Harahap mengatakan, terpaksa mengantre karena minyak kendaraannya sudah habis.

"Bukan panic buying, tapi memang minyak motor saya tinggal satu kotak lagi. Makanya saya tahan antre siang hari gini. Dan udah ada setengah jam saya mengantre," jelasnya.

Bahkan, pantauan Tribun Medan di Jalan Jamin Ginting ini,  sejumlah SPBU,  ada beberapa yang sudah tutup karena stok minyaknya  sudah habis.

(cr5/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.