SD di Semarang Hanya Punya 3 Siswa Baru Tahun Ini, Apa Penyebabnya?
GH News July 14, 2026 05:09 PM
Jakarta -

SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang hanya menerima tiga siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Meski jumlah peserta didik baru sangat sedikit, sekolah tetap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Para siswa disambut dengan meriah di hari pertama sekolah. Bahkan, mereka disambut dengan maskot sekolah untuk MPLS, Si Badut.

Menurut pantaun detikJateng, terlihat beberapa meja tidak berpenghuni yang ditata di belakang kelas. Sementara ketiga siswa itu mendengarkan penjelasan guru dengan seksama.

Kepala SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang, Hajar Riatiani, mengatakan awalnya terdapat lima calon siswa yang mendaftar. Namun, dua di antaranya tidak melakukan daftar ulang.

"Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa saja," kata Hajar dalam detikJateng dikutip Selasa (14/7/2026).

Tahun lalu, SD di Kecamatan Ngaliyan itu juga mengalami hal serupa. SDN Purwoyoso 01 hanya menerima 11 murid baru. Di tengah tahun ajaran, jumlahnya bertambah satu, sehingga total menjadi 12 siswa baru.

Meski hanya menerima sedikit siswa baru, Hajar menegaskan sekolah tetap memberikan penyambutan terbaik bagi para siswa-siswi baru tahun ajaran 2026/2027.

"Kita tetap semangat, tidak ngelokro, tidak kendor, pembukaan tetap semeriah mungkin, biar anak-anak semangat untuk kembali belajar," tegasnya.

Alasan Hanya Sedikit Siswa yang Mendaftar

Menurut Hajar, minimnya jumlah siswa baru bukan karena fasilitas sekolah yang kurang. Sekolah ini memiliki enam kelas dengan lab komputer, perpustakaan, ruang UKS, dan musala.

"Tapi sedikitnya siswa ini karena lingkungan demografi. Di sekitar sekolah ini sudah tidak ada perumahan yang produktif. Rata-rata penduduknya sudah lansia, tidak punya anak usia masuk SD," tuturnya.

Hajar menilai banyak warga yang pindah ke daerah perbatasan seperti Kaliwungu, Kabupaten Kendal, yang memiliki banyak perumahan subsidi karena harga rumah di Kota Semarang dinilai sudah terlalu mahal.

"Kemudian sekolah sekitar kita juga masih kekurangan siswa. Jadi kita tidak mendapat limpahan dari sekolah sekitarnya," tuturnya.

Walkot Semarang Nilai Orang Tua Lebih Pilih Sekolah Swasta

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng merespons soal sebagian SD negeri di Kota Semarang yang sepi peminat. Mengacu pada hasil survei Dinas Pendidikan, Agustina memaparkan jika banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya di SD swasta.

"Ternyata surveinya membuktikan bahwa orang tua itu nyaman kalau anak-anak sekolah di tempat yang memang fasilitasnya canggih. Sementara sebagian besar SD kita kalah canggih sama SD-SD swasta," jelasnya dalam detikJateng dikutip Selasa (14/7/2026).

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan mengusulkan peningkatan fasilitas di SD negeri. Mulai dari pembaruan bangku hingga peningkatan akses internet.

"Mereka mengusulkan bangkunya diperbaiki, internetnya diperkuat dan fasilitas lainnya ditingkatkan. Kalau memang anggarannya cukup ya boleh saja," kata Agustina.

Agustina juga membantah alasan kurangnya anak usia sekolah di Semarang. Ia menegaskan pertumbuhan penduduk di Semarang masih tinggi.

"Nggak lah. Pertumbuhan penduduk kita masih plus, bukan menuju nol. Memang ada wilayah tertentu yang kondisinya seperti itu, tapi secara umum jumlah anak usia SD masih ada," tegasnya.

Ia menegaskan masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan sekolah dibanding beberapa tahun lalu karena semakin banyak SD swasta.

"Kalau dulu semuanya ditampung di SD negeri. Sekarang ada pilihan sekolah swasta," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.