Alasan Yuharni Beri Nama Bayinya Muhammad MBG Subianto, Baru Sadar Hamil saat Usia Kandungan 7 Bulan
Ani Susanti July 14, 2026 05:33 PM

TRIBUNJATIM.COM - Seorang bayi laki-laki asal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi perbincangan setelah memiliki nama yang tidak biasa.

Bayi yang baru berusia tiga hari itu diberi nama Muhammad MBG Subianto, nama yang terinspirasi dari pengalaman sang ibu selama mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bayi tersebut merupakan anak ketiga pasangan Yuharni (41) dan Ambon Yassin, warga Dusun Prigi RT 05 RW 04, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

Baca juga: Sosok Bayi Baru Lahir yang Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Ibu Tukang Cuci Ompreng di SPPG

Muhammad MBG Subianto lahir secara normal di Puskesmas Sapuran pada Jumat malam, 10 Juli 2026.

Padahal, berdasarkan perkiraan hari lahir, sang ibu seharusnya melahirkan pada 22 Juli 2026.

"Hari perkiraan lahir (HPL) masih jatuh pada 22 Juli tapi lahir di tanggal 10 Juli. Alhamdulillah lahiran normal dan dalam kondisi sehat," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Senin (13/7/2026).

Saat dilahirkan, bayi tersebut memiliki berat badan 3,36 kilogram dengan panjang badan 50 sentimeter.

Yuharni mengungkapkan, nama unik yang diberikan kepada putranya memiliki cerita tersendiri.

Ia mengaku memilih menyematkan nama MBG karena merasa program tersebut memberikan perubahan besar dalam kehidupannya.

Perempuan berusia 41 tahun itu diketahui bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak 25 Agustus 2025. 

Menurutnya, program MBG memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

"Saya kerja di MBG ya, terus saya sangat suka dengan program itu. Sangat membantu bagi yang pengangguran itu bisa bekerja," ungkapnya.

Ingin Jadi Kenangan Seumur Hidup

Rasa terima kasih terhadap program tersebut kemudian diwujudkan Yuharni melalui nama anak ketiganya.

Ia berharap nama tersebut menjadi kenangan yang melekat sepanjang hidup.

"Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto, itu bisa buat kenangan sampai seumur hidup," ucapnya.

Selain membuka peluang kerja, Yuharni merasakan penghasilannya dari pekerjaan tersebut mampu membantu kebutuhan keluarga sehari-hari.

"Sangat membantu, bisa buat sandang pangan," bebernya.

Baca juga: Cerita Ayah usai Empat Bayi Kembarnya Lahir Selamat, Ternyata Keluarga Langganan Anak Kembar

Sebelum menetapkan nama tersebut, Yuharni terlebih dahulu berdiskusi dengan sang suami.

Ambon Yassin hanya memberikan satu pesan agar nama anak mereka tetap memiliki unsur Muhammad.

Dari situ, Yuharni kemudian menambahkan nama MBG di bagian tengah dan Subianto di bagian belakang.

"Yang penting ada Muhammad-nya," kata Yuharni menirukan ucapan suaminya.

Nama Subianto sendiri dipilih karena terinspirasi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Yuharni menilai kehadiran Program MBG tidak terlepas dari peran Presiden Prabowo yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Terima kasih Pak Prabowo Subianto telah mengadakan MBG hingga sukses," ujarnya.

Baca juga: Kisah Hasriana Cetak Sejarah di Rumah Sakit karena Lahirkan Bayi Kembar 4, 2 Laki-laki 2 Perempuan

Selain cerita tentang nama, perjalanan kehamilan Yuharni juga cukup unik.

Ia mengaku tidak mengetahui dirinya sedang mengandung karena tidak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti biasanya.

Ia baru mengetahui kehamilannya ketika usia kandungan sudah memasuki sekitar tujuh bulan.

"Saya engga tahu kalau hamil, tahu-tahu udah tujuh bulan," ungkapnya.

Meski tengah mengandung, Yuharni tetap menjalankan aktivitasnya sebagai pekerja di SPPG hingga mendekati waktu persalinan. Ia bertugas di bagian ompreng, yakni membersihkan wadah makanan setelah digunakan.

Aktivitas tersebut dijalaninya mulai pukul 11.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebelum bekerja di SPPG, Yuharni sempat bekerja di sebuah pabrik kayu untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, ia merasa pekerjaan barunya lebih nyaman karena jaraknya dekat dari rumah.

"Lebih nyaman di SPPG," katanya.

Dapat Beragam Respons

Nama Muhammad MBG Subianto pun langsung menarik perhatian warga sekitar.

Yuharni mengaku mendapat beragam tanggapan dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga komentar bernada negatif.

"Ada yang jelek, ada yang baik. Yang baik saya balas, yang jelek ngga saya balas," ujarnya.

Di lingkungan tempat tinggalnya, anak-anak justru tampak antusias dengan nama tersebut. Mereka sering memanggil bayi itu dengan sebutan MBG setiap sore setelah pulang mengaji.

"MBG mana, MBG mana," katanya menirukan ucapan anak-anak di kampungnya.

Karena sudah terbiasa dipanggil demikian, Yuharni memperkirakan nama panggilan anaknya kelak adalah MBG.

Tak hanya warga sekitar, rekan kerja Yuharni di SPPG juga memberikan respons positif terhadap nama tersebut.

Bahkan, nama itu sempat menjadi bahan candaan di tempat kerja.

"Pada suka suka saja si, malah suka dibuat bercandaan kenapa ngga dikasih nama ompreng," ujarnya sembari tersenyum.

Saat ini keluarga masih mengurus dokumen administrasi kependudukan, termasuk akta kelahiran Muhammad MBG Subianto.

Karena usia bayi baru tiga hari, keluarga belum menggelar acara syukuran. Rencananya, syukuran pemberian nama akan dilakukan ketika bayi berusia tujuh hari.

Setelah menjalani masa cuti melahirkan, Yuharni berencana kembali bekerja di SPPG. Ia berharap nama unik yang diberikan kepada putranya membawa doa baik untuk masa depannya.

"Semoga kelak menjadi orang yang sukses," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.